Prestasi e-Sport Anak Muda Bali Makin Menginspirasi Para Remaja dan Profesional, Tembus Asia

Booming permainan e-sport kini mulai mewabah di kalangan anak muda di Bali. Berbagai event e-sport mulai dari level banjar, kampus hingga profesional

istimewa
Pemain e-sport muda asal Bali dalam sebuah pertemuan di komunitas e-sport LAzone Bali, Selasa (11/2/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, DENPASAR - Booming permainan e-sport kini mulai mewabah di kalangan anak muda di Bali.

Berbagai event e-sport mulai dari level banjar, kampus hingga profesional makin sering digelar dengan melibatkan ratusan pemain dari berbagai daerah di Bali.

Prestasi para pemain e-sport Bali pun cukup membanggakan dan menginspirasi yang lain untuk mengejar prestasi tinggi.

Yang terbaru salah satu pemain e-sports asal Bali, I Made Aris Sandra berhasil menjadi juara 3 ajang Piala Presiden 2020 di cabang eFoorball Pro Evolution Soccer (PES).

Bersama timnya dari Bali Percy Esport, Aris mampu bersaing dengan wakil dari Myanmar, Vietnam, Malaysia serta Thailand. Aris bahkan tampil top score dari salah satu event e-sport prestisius di Indonesia itu.

Tak hanya Aris, pemain e-sport muda asal Bali juga tampil di berbagai ajang International. Richard Adriennov, anak muda asal Badung, pernah tampil sebagai juara dalam kejuaraan battleground game yang digelar di Jepang tahun 2019 lalu.

Untuk kategori one bye one Richard sukses meraih posisi ketiga, sementara timnya yang mewakili Indonesia menjadi runner up.

Bedanya Gamers dan Atlet E-Sport, Ketua IESPA: Kami Tak Main Berjam-jam

Satu Keluarga Terjebak di Dalam Mobil Avanza yang Tercebur Sungai Kaliputih Blitar, Sopir Tewas

Tak Mau Kehabisan Tiket Saat Mudik Lebaran? PT KAI Jual Tiket Reguler Mulai 14 Februari di Web KAI

"Bangga juga sih bisa tampil sebagai salah satu wakil Indonesia untuk bertarung dengan pemain-pemain e-sport dari berbagai negara. Apalagi event-nya digelar di Jepang," ujar Richard saat ditemui di komunitas e-sport LAzone di kawasan Sesetan, Denpasar, Selasa (11/2/2020).

Richard bercerita untuk bisa bertarung di event International itu butuh perjuangan panjang dan pengorbanan waktu.

Contohnya, sebelum bisa tampil di Jepang, ia sudah mengajukan ikut kejuaraan e-sport jauh-jauh hari. Dalam prosesnya Richard mengasah diri untuk mencapai ranking pemain yang dipersyaratkan dalam kejuaraan itu.

Halaman
12
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved