Tangkal Radikalisme, Ansor Surabaya Tantang Kontestan Pilwali Surabaya Teken Pakta Integritas

Tangkal Radikalisme, Ansor Surabaya Tantang Kontestan Pilwali Surabaya Teken Pakta Integritas

Tangkal Radikalisme, Ansor Surabaya Tantang Kontestan Pilwali Surabaya Teken Pakta Integritas
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Ketua GP Ansor Surabaya, Faridz Afif 

Tangkal Radikalisme, Ansor Surabaya Tantang Kontestan Pilwali Surabaya Teken Pakta Integritas

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Surabaya menyoroti serius penolakan anggota ISIS eks WNi kembali ke Indonesia.

GP Ansor Surabaya mendukung langkah tersebut. Ketua PC GP Ansor Surabaya, HM Faridz Afif bahkan menantang kandidat Kontestan yang akan maju Pilwali Surabaya 2020, mendukung langkah penangkalan paham radikalisme.

Bentuknya, dengan ikut bersama-sama menangkal dan memberantas paham radikalisme yang ditengarai masih aktif di kota Pahlawan.

''Kami tantang mereka, berani menandatagani Pakta Integritas menetang paham radikal apa tidak, sebab ini jadi cerminan dalam mengelola Surabaya ke depan,'' katanya, siang tadi.

Itu dikatakan Gus Afif setelah mengamati adanya dugaan paham radikalisme yang sudah masuk di tubuh ASN, yang terlibat dalam organisasi yang dilarang oleh Pemerintah.

Ia menyatakan, Surabaya menjadi pintu gerbang untuk meraih kemenangan tidak hanya dalam tataran nasional, tapi juga internasional. ''Ada ujar-ujar, siapa yang bisa menguasai Surabaya, maka Indonesia bisa digenggam,'' kata dia.

Gus Afif menambahkan, penyusupan terhadap paham radikal di Surabaya perlu ditangkal. "Untuk itu, mari, para cawali-cawawali, kita putuskan hari ini semuanya menolak faham radikal dengan menandatangani Pakta Integritas,'' katanya.

Terpisah, salah satu kandidat yang akan maju dalam Pilwali Surabaya 2020, Whisnu Sakti Buana merespon adanya tantangan tersebut. "Wani Tok! (Berani Saja, Red)," tegasnya ketika dikonfirmasi, Rabu (12/2/2020).

Sebelumnya, WS - sapaan Whisnu Sakti Buana- dengan tegas mendukung langkah Presiden Jokowidodo menolak pemulangan anggota ISIS eks WNI ke Indonesia.

"Sekali lagi ini tidak lagi bicara kemanusiaan. Ini demi kedaulatan dan keutuhan Negara," kata politisi PDIP Jatim ini.

Paham Radikalisme di Surabaya ditengarai sudah mulai masuk ke masyarakat. Sehingga perlu penanganan bersama-sama untuk pencegahannya."Sekarang saya tanya, apa Ansor siap bergerak juga?," pungkas dia.

Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved