Valentine 2020

Di Masjid Al Akbar Surabaya, Menag Fachrul Razi : Saya Tidak Pernah Ikut Valentine

Menteri Agama Fachrul Razi tidak mau berkomentar banyak terkait perayaan Valentine yang biasa diperingati setiap tanggal (14/2/2020).

Di Masjid Al Akbar Surabaya, Menag Fachrul Razi : Saya Tidak Pernah Ikut Valentine
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Menteri Agama Fachrul Razi saat ditemui di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Kamis (13/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Agama Fachrul Razi tidak mau berkomentar banyak terkait perayaan Valentine yang biasa diperingati setiap tanggal (14/2/2020).

Padahal di masyarakat terjadi pro dan kontra terkait perayaan Valentine.

“Saya dari dulu enggak pernah ikut ikut itu, jadi tidak bisa memberi komentar,” ujar Fachrul saat ditemui di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengingatkan agar umat muslim Jawa Timur tidak ikut merayakan hari Valentine.

Menurut Sekretaris Umum MUI Jatim Ainul Yaqin, mengikuti peryaaan hari Valentine diharamkan bagi umat Islam.

Heboh, Warganet Banjir Protes, Pria Madura Berpeci Menelanjangi Wanita di Pinggir Jalan

Gagal Bawa Persela ke Semifinal Piala Gubernur Jatim, Nilmaizar Minta Maaf ke LA Mania

XL Axiata Luncurkan Paket Data Unlimited Kuota Kecepatan Penuh Setiap Hari

Aturan tersebut tertulis dalam fatwa MUI Jatim Kep.02/SKF.MUI/JTM/I/2017 tentang hukum merayakan hari Valentine bagi orang Islam.

“Di sana (fatwa) disebutkan bahwa umat Islam haram mengikuti merayakan hari Valentine. Isi fatwanya seperti itu,” ujar Ainul Yaqin, Rabu (12/2/2020).

Ada empat pertimbangan MUI mengharamkan umat Islam untuk merayakan Valentine.

Pertimbangan yang Pertama adalah Valentine bukan tradisi Islam. Yang kedua, di dalam kegiatan Valentine banyak hal yang bisa mengarah pada perbuatan tidak baik.

“Jadi misalnya ada pratek pergaulan bebas dan sebagainya, berarti kita mendorong ke sana,” ucap Ainul Yaqin.

Lalu yang ketiga MUI harus berperan ikut menutup segala hal yang berpotensi pada keburukan tersebut termasuk pada perayaan Valentine.

“Keempat tidak boleh ikut menyiarkan sesuatu yang menimbulkan keburukan tadi,” lanjutnya.

Untuk itu, ia menganjurkan agar umat Islam tidak turut serta merayakan hari Valentine karena jelas hukumnya haram.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved