Kejari Magetan Periksa Tiga Pejabat Magetan Terkait Dugaan Penyimpangan ADD

Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan periksa tiga pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terkait dugaan penyimpangan alokasi dana desa (A

Surya/ Doni Prasetyo
Kepala Inspektorat Kabupaten Magetan Mei Sugiarti, dan Kepala Pemberdayaam Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Magetan, Eko Wuryanto, menunggu pemeriksaan diruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, terkait kasus ADD Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Magetan, Kamis (13/2). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan periksa tiga pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terkait dugaan penyimpangan alokasi dana desa (ADD) di Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

"Ketiga pejabat tinggi Pemkab Magetan itu kami periksa sebagai saksi kasus dugaan penyimpangan alokasi dana desa tahun⁶ 2016/2017," kata Kasi Pidana Khusus (Podsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, Agus Zaeni, kepada Surya, Kamis (13/2)

Menurut Agus Zaeni, ketiga pejabat Pemkab Magetan itu, yakni Kepala Iinspektorat Mei Sugiarti, Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Eko Muryanto, dan terakhir Camat Plaosan Sumantoro.

"Dalam kasus ini Camat dan Kepala Pemberdayaam masyarakat (PMD) desa perannya sama, sedang Kepala Inspektorat sebagai auditor. Ketiganya kami periksa masih sebagai saksi," kata Agus Zaeni.

Sampai proses ini, lanjut Kasi Pidsus, Kejaksaan sudah memeriksa sebanyak 11 saksi dari unsur perangkat desa, pemilik toko, dan masyarakat desa setempat.

9 Mahasiswa Unesa dari Natuna Bakal Tiba di Surabaya via Jalur Darat, Orang Tua Bahagia Sambut Anak

Orang Tua Mahasiswa Unesa Tak Sabar Tunggu Putrinya Pulang ke Gresik, Pasca Observasi Virus Corona

Meski Gagal Eksekusi Penalti, Pemain Persebaya Makan Konate Akui Dapat Dukungan dari Rekan Tim

"Kami menemukan banyak surat pertanggungjawaban (SPJ), tapi realisasi di lapangan tidak ada. Kami juga sudah minta keterangan pemilik toko yang stempelnya di palsukan pihak desa,"ujar Agus.

Seperti diketahui, Kejari Magetan beberapa waktu lalu menemukan sejumlah stempel milik toko di tas plastik warna hitam di laci salah satu perangkat, saat melakukan penggeledahan di Kantor Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Magetan.

Tidak hanya stempel yang jumlahnya lebih dari 10 stempel itu, tapi juga menemukan sejumlah bangunan fisik yang tidak terselesaikan yang surat pertangungjawabannya fiktif.

Dalam kasus dugaan penyimpangan ADD 2016/2017 Desa Baleasri ini Tim Kejaksaan menemukan kerugian negara yang jumlahnya mencapai Rp 150 juta, akibat SPJ fiktif dan penggelembungan anggaran.

"Kerugian negara akibat dugaan penyimpangan ADD itu bisa lebih dari Rp 150 juta. Karena temuan temuan baru belum kami perhitungkan. Meski begitu sampai hari ini belum satu pun kami kenakan status tersangka. Walau sudah ada calonnya," ujar Kasi Pidsus Agus Zaeni.

Dalam kasus dugaan penyimpangam Alokasi Dana Desa (ADD) yang proses penyelidikannya dikebut ini, juga sudah melayangkan surat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Jakarta untuk di lakukan audit.

"Kami sudah kirim surat ke BPKP, tapi gk tahu masih belum terbalas. Tapi kita tunggu sambil kita menyelesaikan penyelidikan disini," pungkas Kasi Pidsus Agus Zaeni. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved