Pemkot Malang Tak Ingin Ada Lagi Siswa Jadi Korban Bullying, Minta Semua Sekolah 'Menjiwai SOP'

Pemerintah Kota Malang tak inginkan kasus bullying siswa kembali terjadi, minta semua penyelenggara sekolah pahami SOP.

Pemkot Malang Tak Ingin Ada Lagi Siswa Jadi Korban Bullying, Minta Semua Sekolah 'Menjiwai SOP'
SURYA/RIFKI EDGAR
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti bersama Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto usai melakukan pertemuan di Balaikota Malang yang membicarakan masalah perundungan, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, KLOJEN - Beberapa hari belakangan, Kota Malang sedang getol menangani kasus perundungan atau bullying siswa SMP Negeri di Malang. 

MS adalah korban dari kasus bullying tersebut. 

Tak menginginkan hal yang terjadi pada MS terulang pada siswa-siswa lainnya, Pemerintah Kota Malang meminta kepada semua penyelenggara di sekolah untuk memahami Standart Operasional Prosedur (SOP) dalam kerjanya di dunia pendidikan.

Maling Gasak Honda Vario di Benowo Hanya 10 Detik, CCTV Rekam Pelaku Berkomplot, Andalkan Kunci T

Diduga Dampak Pembuatan Tambak Udang di Situbondo, 44 KK Yang Berdampak Bau dan Bising

Mengingat Kota Malang dikenal sebagai Kota Pendidikan, kejadian bully yang menimpa MS memukul banyak pihak di dunia pendidikan Kota Malang.

"Kami sudah mengambil hikmah dari kejadian ini. Dan kami meminta seluruh penyelenggara di masing-masing sekolah dari baik dari penjaga sampai kepala sekolah paham dengan SOP kerja mereka," ucap Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto usai melakukan pertemuan dengan KPAI, Kamis (13/2/2020).

Wasto menyampaikan, bahwa parameter terkait dengan SOP tersebut sudah tercantum di dalam Permendikbud nomor 28 tahun 2015.

8 Kayu Jati di Blitar Raib Dicuri Maling, Kecurigaan Polhut Terungkap Lewat Jejak Bekas Ban Gerobak

Gallery on The Street SMAN 1 Surabaya, Pamer 86 Karya Siswa di Trotoar Jalan Wijaya Kusuma

Untuk itu, dia meminta agar nantinya di sekolah-sekolah disediakan nomor telpon guru, kepala sekolah ataupun Dinas Sosial di sekolah.

Agar nantinya bisa memudahkan anak-anak untuk melapor apabila ada kejadian seperti tindakan kekerasan ataupun kasus bullying.

"Ini sangat sederhana. Karena saat ini tidak ada yang namanya anak SD sampai SMA tidak punya HP. Sehingga dengan demikian mudah-mudahan bisa dicegah secara dini," ucap Wasto.

Ratusan Anggota Polres Batu Jalani Psikotes Pegang Senpi Dinas, Uji Kondisi Jiwa & Kecerdasan Emosi

Selain itu, pemasangan kamera CCTV di tiap sekolah juga diharapkan dapat membantu bila ada sesuatu yang terjadi di sekolah.

Halaman
12
Penulis: Rifki Edgar
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved