Respon TKI Tulungagung Antisipasi & Cegah Virus Corona di Hongkong, Cuci Masker Bekas & Dipakai Lagi

Respon TKI Tulungagung antisipasi & cegah virus corona di Hongkong, cuci masker bekas & dipakai lagi.

Respon TKI Tulungagung Antisipasi & Cegah Virus Corona di Hongkong, Cuci Masker Bekas & Dipakai Lagi
SURYA/DAVID YOHANES
Dua kardus berisi 4000 masker untuk pekerja migran atau TKI asal Tulungagung di Hongkong 

Setiap kali ada stok barang, warga harus adu cepat agar tidak kehabisan.

Heni mengaku, situasi saat ini lebih mencekam dibanding saat SARS merebak awal 2000 silam.

“Saya pernah mengalam zaman SARS, tapi sistuasinya sekarang lebih mencekam dan mengkhawatirkan,” keluhnya.

Selain itu para pekerja migran memilih tidak beraktivitas di luar ruangan.

Akibatnya suasana Hongkong menjadi lebih sepi, karena biasanya warga beraktivitas selama 24 jam.

Agenda kelompok pekerja migran yang sudah disusun pun dibatalkan, padahal agenda itu digagas dan difasilitasi pemerintah Hongkong.

“Sesama PMI (pekerja migran Indonesia) asal Tulungagung kami sering membuat acara bersama. Tapi sekarang dibatalkan karena virus corona,” keluh Heni.

Kini Heni dan kawan-kawan mengintensifkan komunikasi lewat media sosial.

Lebih jauh Heni mengucapkan terima kasih atas kiriman 4000 masker dari Bupati Tulungagung.

Namun jumlah itu jauh dari idial, mengingat ada ribuan pekerja migran asal Tulungagung di Hongkong.

“Mungkin dapatnya tiga lembar per orang. Mumet (pusing) baginya, masa tiga lembar untuk satu minggu,” pungkasnya.

Penulis : David Yohanes

Editor : Sudarma Adi

Penulis: David Yohanes
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved