KKN di Desa Kuwiran, Mahasiswa Universitas PGRI Madiun Bantu Inovasi Produk Anyaman & Makanan Ringan

Mahasiswa Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

KKN di Desa Kuwiran, Mahasiswa Universitas PGRI Madiun Bantu Inovasi Produk Anyaman & Makanan Ringan
ISTIMEWA
Mahasiswa Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, demi berperan dalam pengabdian masyarakat. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Mahasiswa Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, demi berperan dalam pengabdian masyarakat.

Ika Krisdiana, dosen pembimbing lapangan KKN Mahasiswa UNIPMA di desa Kuwiran mengatakan, selama mengikuti KKN, para mahasiswa aktif bergerak menggali potensi desa yang berada di lereng Gunung Wilis.

"Diantaranya, menemukan bidang produksi yang nantinya akan menjadi unggulan di Desa Kuwiran, yakni produksi anyaman dan pembuatan produksi makanan ringan," ujarnya, dalam siaran tertulis ke Tribunjatim.com, Jumat (14/2/2020).

Bupati Mas Ipin Nangis saat Takziah ke Rumah Warga Meninggal Akibat DBD, Keluarga Sambat Layanan RS

Anyaman tersebut kini sudah memiliki brand label dan berkembang di sosial media untuk pemasarannya serta mampu membentuk apa pun sesuai dengan permintaan konsumen dengan bantuan kami.

Pemiliknya adalah kelompok ibu-ibu PKK sendiri dan diberi nama anyaman JATAYU yang diambil dari tokoh wayang jatayu.

Sementara untuk produksi makanan ringan, pertama kali dirintis Rohmawati Basuki.

Ibu Ukki, salah satu warga Desa Kuwiran mengayakan, dirinya yang memproduksi makanan ringan stik bayam bersemangat menciptakan inovasi baru di bidang produksi makanan ringan.

"Dengan inovasi tersebut, saya dapat membuat makanan ringan stik menjadi tiga rasa, rasa bayam, rambutan, dan rasa wortel," tegasnya.

Ika Krisdiana menambahkan, selama mendampingi mahasiswa UNIPMA KKN di desa Kuwiran, pihaknya ikut memberikan pelatihan kepada ibu-ibu dan warga yang tinggal di sekitar sekretariat KKN mahasiswa.

Warga Trenggalek yang Tinggal di Daerah Endemik DB Harus Waspada, 76 Orang Penderita, 2 Meninggal

Dalam kesempatan itu, mahasiswa membantu dengan menambahkan inovasi rasa, yakni ubi kuning dan ubi ungu. Selain itu, juga membuatkan brand makanan untuk dibungkus hingga siap bersaing dengan makanan ringan lainnya.

"Kami juga menambahkan cara mengembangkan pemasaran dipasaran saat ini dengan baik dan mudah," tegas dosen Matematika ini.

Tindakan Lain Pria Madura yang Telanjangi Wanita di Video Viral, Adegannya Tak Terekam, Saksi: Lama

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat Desa Kuwiran untuk ikut berkembang dalam berinovasi dalam bidang produksi dan memanfaatkan bahan dasar yang ada dilingkungannya, dengan menggelar pelatihan pembuatan produksi makanan ringan.

“Dengan begitu, semoga Desa Kuwiran menjadi lebih maju dan berkembang dengan produk-produk unggulan tersebut serta mampu meningkatkan taraf perekenomian masyarakat Desa Kuwiran yang lebih baik,” tandas alumni ITS Surabaya ini.

10 Nama Baru Timnas Indonesia Era Pelatih Shin Tae-yong, Rachmat Irianto Hiasi Posisi Gelandang

Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved