Wali Kota Mojokerto Pimpin Razia Gabungan di Hotel dan Kamar Kos Saat Valentine Day

Petugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia ke sejumlah hotel dan rumah kos saat bertepatan Valentine Day di Kota Mojokerto, Jumat (14/2/2

Surya/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memimpin langsung razia gabungan di sejumlah hotel dan kamar kos yang seringkali disalahgunakanmelakukan perbuatan diluar norma saat Valentine Day. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia ke sejumlah hotel dan rumah kos saat bertepatan Valentine Day di Kota Mojokerto, Jumat (14/2/2020).

Razia gabungan bersama anggota Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto ini dipimpin oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang turun langsung ke lokasi tersebut.

Ning Ita menjelaskan tujuan turut serta memimpin razia gabungan ini untuk mengantisipasi anak-anak atau remaja yang menyalahgunakan hari Valentine di luar norma. Pihaknya berharap masyarakat khususnya warga Kota Mojokerto agar tidak menyalahartikan Valantine Day lantaran bertentangan dengan budaya di Indonesia.

"Valentine bukan budaya bangsa kita ini salah kaprah dan salah mengartikannya, apalagi sebagian dari mereka anak-anak dan remaja bahkan orang dewasa juga memperingatinya bahkan berpotensi mengarah pada perbuataan diluar norma," ungkapnya.

Ngamar Bareng Cowok di Hotel, Cewek Cantik Gemetaran & Ngumpet di Kamar Mandi saat Kena Razia

Gambar Virus Corona Wuhan atau Covid-19 Dirilis untuk Pertama Kalinya, Begini Potret Sebenarnya

Aji Santoso Tak Persoalkan akan Hadapi Arema FC atau Persija di Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020

Dari hasil razia ini petugas Satpol PP menemukan kondom bekas pakai yang berada di salah satu kamar kos Jl. Empunala Kota Mojokerto.

Selain itu, petugas memergoki wanita di bawah umur yang bekerja sebagai pemandu lagu di tempat hiburan malam.

Mereka yang terjaring razia dikumpulkan dengan truk Satpol PP untuk dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto.

Ning Ita mengatakan sangat miris mendapati anak dibawah umur yang putus sekolah dan bekerja seperti itu.

"Seharusnya seorang anak menempuh sekolah SMP tapi justru bekerja seperti ini sangat miris, nanti saya akan bertemu dengan orang tua yang bersangkutan," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Ditambahkannya, melalui surat edaran Wali Kota kepada Dinas Pendidikan Kota Mojokerto mengimbau agar seluruh sekolah tidak merayakan Valentine Day.

Bertepatan dengan hari kasih sayang ini pihaknya berharap agar pihak sekolah melakukan kegiatan yang lebih positif seperti Istighosah.

"Kami sudah beri imbauan kepada pihak sekolah supaya diteruskan kepada orangtua agar para siswa tidak merayakan Valentine yang bisa berpotensi merugikan diri sendiri," tandasnya. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved