Bandar Sabu Asal Pasuruan Ditembak Mati

Bandar Sabu Asal Pasuruan Ditembak Mati, Polisi Pantau & Monitor Jaringan yang Masuk ke Surabaya

Bandar sabu asal Pasuruan ditembak mati, polisi pantau & monitor jaringan yang masuk ke Surabaya.

Bandar Sabu Asal Pasuruan Ditembak Mati, Polisi Pantau & Monitor Jaringan yang Masuk ke Surabaya
SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho (tengah) didampingi Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian dan Kanit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Iptu Eko Julianto saat menunjukkan barang bukti, Sabtu (15/2/2020). 

Bandar Sabu Asal Pasuruan Ditembak Mati, Polisi Pantau & Monitor Jaringan yang Masuk ke Surabaya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terus berupaya menyelidiki perkembangan jaringan narkoba, pasca tembak mati bandar sabu asal Pasuruan.

Bahkan, meski beberapa pelakunya tertangkap, polisi tak tinggal diam saja dan terus memonitor jaringan yang terlibat dengan mereka.

"Kami memantau aktivitas jaringan peredaran narkotika yang masuk ke Surabaya baik yang sudah tertangkap maupun yang masih ada di luar. Jadi tim ini terus melakukan monitoring," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Sabtu (15/2/2020).

Bandar Sabu Asal Pasuruan Ditembak Mati, Polisi Bakal Tindak Tegas Pengedar Narkoba yang Melawan

Fakta Bandar Sabu Asal Pasuruan Ditembak Mati di Surabaya, Pengedar Jadi Tangan Kanan Orang Lapas

BREAKING NEWS - Polisi Tembak Mati Bandar Sabu Asal Pasuruan, Jualan Sabu asal Malaysia

Lebih lanjut, polisi sebut meski telah melakukan tindakan tegas terukur, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus peredaran narkoba kali ini.

"Anggota masih dilapangan untuk melakukan pengembangan. Harusnya ini kami ekspose dua minggu lagi, namun karena ada tindakan tegas maka harus kami ekspose,"tandasnya.

Sebelumnya, Mustofa Ali Faris, pengedar narkoba yang ditembak mati oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Jumat (14/2/2020) malam merupakan tangan kanan bandar di dalam lapas.

Mustofa, punya peran mengendalikan barang ranjau sampai ke tangan pemesannya.

Dalam aksinya, Mustofa dibantu seorang kurir bernama Acong yang sebelumnya ditangkap lebih dulu dengan barang bukti 25 kilogram sabu dan puluhan ribu butir pil ekstasi.

"Tersangka MA ini merupakan pengendali dan tangan kanan bandar di dalam Lapas," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Sabtu (15/2/2020).

Sebelumnya Satresnarkoba menangkap kurir atau anak buah MA berinisial A.

"Lalu dari sana kami mendapati nama MA ini. Untuk barang bukti yang ditemukan di kos MA adalah sabu seberat 1 kilogram, dan seribu butir ineks," sambungnya.

Penulis : Firman Rachmanudin

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved