Johan Budi: Alumnus SMPP Mojokerto Lewat Bedah Buku Berikan Rekomendasi Usulan Kurikulum Pendidikan

Alumni Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) Negeri Mojokerto periode tahun 1976-1985 memberikan sumbangsih pendidikan melalui bedah buku

Surya/Mohammad Romadoni
Johan Budi Sapto Pribowo alumnus (Kanan) dan Prof. Dr. Ing. Herman Sasongko (Tengah) bersama alumnus SMPP Negeri Mojokerto saat konferensi pers bedah buku. 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Alumni Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) Negeri Mojokerto periode tahun 1976-1985 memberikan sumbangsih pendidikan melalui bedah buku 'Dari Bumi Majapahit Untuk Negeri'.

Buku berjudul dari Bumi Majapahit Untuk Negeri ini berisi riwayat sejarah pendidikan di SMPP Negeri Mojokerto yang saat ini para alumnus sudah terbukti turut memberikan kontribusi pada pemerintah.

Untuk diketahui, sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan 1973, sekolah SMPP Negeri Mojokerto berdiri pada tahun 1974 dan sekarang sudah berganti nama menjadi SMAN 1 Sooko Kabupaten Mojokerto sejak tahun 1985.

Johan Budi Sapto Pribowo alumnus SMPP Negeri Mojokerto menjelaskan bertepatan dengan peringatan SMPP ke-57, para alumnus sepakat menyusun buku bertajuk sejarah SMPP Negeri Mojokerto. Buku ini bercerita tentang riwayat SMPP Mojokerto sesuai riset hasil wawancara alumni dan mantan guru pengajar yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Dari bedah buku inilah nanti akan muncul rekomendasi yang akan kita sampaikan ke pemerintah kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujarnya di Grand Whiz, Trawas Kabupaten Mojokerto kepada Tribunjatim.com, Minggu (16/2/2020).

Seusai Pulang dari Wuhan, Winda Makan Nasi Boranan Bareng Sekkab Lamongan

Dampak Virus Corona, Tiga Mahasiswa Tuban Kuliah Di China Dipulangkan

Histeris Ibu di Blitar Temukan Putranya Tewas Gantung Diri di Dapur, Korban Sempat Minta Hp Baru

Johan Budi mantan Juru Bicara Istana Kepresidenan ini mengatakan hasil dari bedah buku tersebut akan dituangkan pada sebuah rekomendasi untuk pendidikan di Indonesia.

Hasil rekomendasi juga akan diusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Nadiem Makarim yang diharapkan dapat menjadi bahan masukkan kurikulum khususnya pada pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Hal yang kita bahas yakni apa rekomendasi kita yang akan disampaikan kepada pemerintah karena SMPP ini bukan prodak gagal dan alumni banyak yang berhasil," ungkap Komisi II DPR RI tersebut.

Memang sistem pendidikan di SMPP pada kala itu menjadi sekolah bermutu yang berhasil mencetak lulusan berkompeten siap bersaing di dunia kerja. Sebagian besar alumnus SMPP sekarang ini menduduki posisi jabatan strategis mulai dari BUMN, Jubir Presiden, anggota DPR, Politisi, Profesor, pejabat di Pemerintah Daerah, jenderal TNI dan Polri serta lainnya.

Secara nasional SMPP sudah ada sejak tahun 1963. Di Indonesia tercatat ada 34 sekolah SMPP pada masanya.

Masih kata Johan Budi, hasil sumbangan diskusi pemikiran, ide dan gagasan dari para alumnus ini nantinya disusun dalam rekomendasi agar lebih mudah menjadi bahan masukkan untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada intinya diskusi itu menghasilkan rekomendasi tentu yang berkaitan dengan kurikulum karena sekarang ini pemerintah melalui Kemendikbud sedang menyusun kurikulum misalnya seperti penghapusan Ujian Nasional.

"Apa yang bisa kita sumbangkan dari Alumni SMPP, ada pakar pendidikan, ada juga yang pelaku langsung di industri BUMN dan ada politisi, jadi tidak hanya kurikulum saja namun bagaimana nanti rekomendasi itu paling tidak dilihat dulu bahwa lulusan SMPP ternyata bukan prodak gagal kenapa tidak dipakai sistem pendidikannya, Presiden Joko Widodo juga alumni SMPP meski bukan SMPP Mojokerto," bebernya.

Pakar pendidikan Prof. Dr. Ing. Herman Sasongko menjelaskan permasalahan paling pelik dari dunia pendidikan itu adalah penerapan kurikulum yang keliru. Perubahan kurikulum pendidikan selalu dilakukan saat pergantian menteri tetapi tidak pernah menyentuh pada akar permasalahan.

"Permasalahannya kurikulum kita ini adalah kurikulum pengajaran bukan kurikulum pendidikan," tandasnya. (don/ Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved