Lagi, Busa Misterius Kembali Muncul di Sungai Pasuruan

Fenomena munculnya busa putih di sebuah sungai di wilayah Pasuruan kembali terjadi. kemunculan bisa terjadi di sungai Demper yang melintasi Dusun

Lagi, Busa Misterius Kembali Muncul di Sungai Pasuruan
(Surya/Galih Lintartika)
TIDAK WAJAR : Warga menjadikan munculnya busa secara misterius di sungai yang mengalir melintasi Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Fenomena munculnya busa putih di sebuah sungai di wilayah Pasuruan kembali terjadi.

Sebelumnya, kemunculan bisa terjadi di sungai Demper yang melintasi Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Dua hari terakhir ini, busa kembali muncul dan menutupi aliran sungai yang melintasi Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Kondisi ini mengejutkan warga setempat dan membuat geger.

Tidak diketahui jelas dari mana asal muasal busa yang datang cukup banyak ini. Akan tetapi, busa membuat aktivitas warga terganggu.

Sebab, warga tidak bisa melakukan aktivitas kesehariannya seperti mandi, cuci baju, piring dan sebagainya.

Musyafi mengatakan, kemunculan busa berwarna putih ini terjadi sejak Sabtu pagi. Kata dia, warga tidak mengetahui darimana sumber busa ini. Yang jelas, warga mau mandi tidak bisa karena banyak busa.

"Kalau warga di sini, sudah biasa melakukan aktivitas di sungai ini. Makanya, kami pun kaget, kalau ada busa seperti ini, kami tidak bisa berbuat apa - apa di sungai," katanya kepada Tribunjatim.com, Minggu (16/2/2020) siang.

Busa Mirip Salju Cemari Sungai di Pandaan Pasuruan

Penjaga Makam Dikeler Polisi Gegara Maling Kotak Amal Masjid RS Wonokromo, Terungkap Ini Aksi Kedua

86 PTN Penerima Mahasiswa Baru SNMPTN 2020: Universitas Airlangga, Universitas Terbuka hingga ITB

Ia juga mengaku khawatir dengan kondisi yang seperti ini. Ia berharap, busa ini bisa segera larut dan hilang dari sungai ini.

"Ya kami terpaksa tidak ke sungai karena takut, ini aman atau tidak. Nanti kalau dibuat mandi atau cuci , bisa berbahaya atau tidak," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Musyafi menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab dengan mencarikan solusi ini. Ia mengaku kejadian kemunculan busa ini baru pertama kalinya ada di sini.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved