Pasca Laporan Kasus, Kuasa Hukum Korban Penipuan Masker Minta Respon Cepat Cyber Crime Polda Jatim

Korban penipuan pembelian masker secara online senilai Rp 200 juta mengharapkan ada tindak lanjut tim cyber crime Polda Jatim.

Pasca Laporan Kasus, Kuasa Hukum Korban Penipuan Masker Minta Respon Cepat Cyber Crime Polda Jatim
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kuasa Hukum korban penipuan masker corona, Wahyu Prijo Djatmiko SH 

Pasca Laporan Kasus, Kuasa Hukum Korban Penipuan Masker Minta Respon Cepat Cyber Crime Polda Jatim

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Korban penipuan pembelian masker secara online senilai Rp 200 juta mengharapkan ada tindak lanjut tim cyber crime Polda Jatim.

Dengan demikian diharapkan tidak ada korban lain dalam jual beli masker untuk antisipasi virus corona di Indonesia.

Kuasa hukum korban penipuan pembelian masker corona, Wahyu Prijo Djatmiko SH mengatakan, klienya bernama Riska Fatmawati asal Kediri tersebut telah melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polda Jatim pada 11 Februari 2020 lalu.

Geng Pesta Miras Begal Guru di Nganjuk, Kepepet Butuh Uang untuk Lanjut Mabuk-mabukan

Janji Licik Polisi Gadungan Nikahi Janda di Nganjuk, Berawal dari Video Call, Honda Civic Direnggut

Cegah Penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti, Polsek Kertosono Nganjuk Difogging Petugas RS Bhayangkara

Diharapkan, kasus tersebut bisa segera terungkap dengan penelusuran jejak digital dari pelaku penipuan dan nomor rekening perbankan yang menjadi alat transaksi pengiriman uang.

"Bila kasus tersebut bisa secepatnya terungkap maka jatuhnya korban lain bisa diantisipasi. Karena kami merasa pelaku penipuan ini menguasai pasar online untuk menjaring pembeli dengan memanfaatkan tingginya kebutuhan masker untuk virus corona dari Indonesia," kata Wahyu Priyo Djatmiko, Rabu (19/2/2020).

Dijelaskan Wahyu, kasus penipuan yang dialami korban tersebut berawal dari permintaan temannya yang ada di Hongkong agar mengirimkan masker untuk antisipasi infeksi virus corona.

Selanjutnya korban bersama 15 temanya di berbagai daerah patungan untuk membelikan masker di Indonesia. Korbanpun mencari barang melalui media sosial Facebook. Hingga akhirnya bertemu dengan Nur beralamat di Mataram NTT.

"Dalam komunikasi melalui medsos itu disepakati pembelian masker senilai Rp 200 juta. Dan korban diminta mengirim uang muka sebesar Rp 100 juta ke rekening atas nama Silviana Widiyanti Sari beralamatkan di Cempaka Putih," ucap Wahyu.

Setelah memberikan nomor rekening, dikatakan Wahyu, pelaku memberikan kode resi pengiriman barang. Dan korbanpun mengirimkan uang muka pembelian masker sebesar Rp 100 juta ke rekening yang diberikan pelaku.

Halaman
12
Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved