Bisnis 'Nakal' 2 Pemuda Pasuruan Bikin Rugi Negara, Oplos LPG Subsidi 3 Kg Demi Raup Untung 120 Juta

Polres Pasuruan mencokok dua pemuda lantaran mengoplos LPG subsidi 3 kilogram yang membuat rugi negara.

Bisnis 'Nakal' 2 Pemuda Pasuruan Bikin Rugi Negara, Oplos LPG Subsidi 3 Kg Demi Raup Untung 120 Juta
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Korps Bhayangkara berhasil mengamankan dua tersangka yakni Muhammad Rusdi (34), pemilik rumah dan temannya Mochammad Ahlal Firdaus (20) warga Dusun Genengan, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. 

TRIBUNPASURUAN.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan menggerebek sebuah rumah yang diduga kuat digunakan sebagai tempat pengoplosan LPG 3 Kg di Dusun Nganglang, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Dalam penggerebekan, Korps Bhayangkara berhasil mengamankan dua tersangka yakni Muhammad Rusdi (34), pemilik rumah dan temannya Mochammad Ahlal Firdaus (20) warga Dusun Genengan, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Dari lokasi penggerebekan, tim berhasil mengamankan barang bukti enam set pen besi, tang, satu sak segel plastik 3 Kg, 30 segel timah tabung, 122 tabung LPG subsidi 3 kg, 58 tabung LPG 13 Kg, dan masih banyak lagi barang bukti lain yang diamankan.

Terduga Pembunuh Janda Kaya Tulungagung Tertangkap, Polisi Langsung Prarekonstruksi di Rumah Korban

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, kedua tersangka ini sudah membuat negara mengalami kerugian yang luar biasa.

Tak hanya itu, perbuatan kedua tersangka ini membuat masyarakat miskin dirugikan.

"Ini kan jatahnya untuk masyarakat miskin, tapi disalahgunakan. Mereka membeli dari pangkalan LPG bersubsidi dan mereka masukkan ke tabung LPG non subsidi ukuran 12 Kg dan 50 Kg," kata Kapolres, Jumat (21/2/2020) siang.

Dia menjelaskan, dalam sebulan, para tersangka ini bisa mendapatkan untung ratusan juta rupiah.

Bayangkan saja, per harinya, mereka bisa mengantongi untung minimal Rp 2 juta dan maksimal Rp 5 juta.

"Kalau sebulan bisa Rp 120 juta lebih. Mereka membuat negara rugi dan masyarakat yang kurang mampu kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi karena sudah dihabiskan kedua tersangka ini," kata Kapolres.

FAKTA Home Industry Sabu di Pasuruan Digerebek Polisi, Ada Apotek Diduga Kuat Terlibat Jadi Pemasok

Ia menerangkan, kedua tersangka ini sudah menjalani bisnis nakal ini sejak 10 bulan yang lalu sesuai dengan pengakuannya dalam pemeriksaan penyidik.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved