Breaking News:

Penerapan Tilang Elektronik di Surabaya

Pakar Sebut E-Tilang Cocok untuk Masyarakat Digital, Validasi Alamat Perlu Digaris Bawah

Pakar Sosial Masyarakat, Bagong Suyanto sebut tilang elektronik cocok untuk masyarakat digital, validasi alamat jadi kendala.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Hefty Suud
SURYA/SUGIHARTO
Seorang anggota Satlantas Polrestabes Surabaya menjelaskan rekaman CCTV pada pengguna jalan yang melanggar di Mall Pelayanan Publik Siola Surabaya, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Diterapkan sejak awal Januari 2020 di Surabaya, Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE)  menuai respon yang beragam di masyarakat. 

Pakar Sosial Masyarakat, Bagong Suyanto pun punya pendapatnya sendiri terkait sistem e-tilang tersebut. 

Menurutnya, e-tilang atau tilang elektronik bukanlah hal baru.

Pasalnya menurut Bagong Suyanto, penerapan e-tilang banyak ditemui di luar negeri.

Polisi Nikahi Adik Ipar, Dulu Viral Gendong Anak Sambil Jaga Kotak Suara, Ada Makna Mahar Rp100 Juta

Detik-Detik 2 Penculik Anak TK Beraksi di Surabaya, Mulut Bu Guru Dibekap, Warga Sampai Geger

Namun saat sistem e-tilang ini diberlakukan di Surabaya, salah satu yang perlu digaris bawahi adalah soal validitas alamat. 

"Kalau di luar negeri e-tilang ini sudah banyak digunakan dengan dukungan CCTV yang memadai dan single identity number," kata Bagong Suyanto saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (24/2/2020) .

Menurutnya, penerapan e-tilang di luar negeri dan di Indonesia, khususnya Kota Surabaya akan berbeda.

Download Lagu MP3 Kukira Kau Rumah Amigdala Lengkap dengan Liriknya, Band Indie Asal Bandung

Tak Ada Ujian Praktik di SNMPTN Bidang Keolahragaan dan Seni, Pendaftar Diminta Siapkan Portofolio

Kendala penerapan e-tilang di Kota Surabaya menurut Bagong Suyanto karena sering tidak validnya alamat.

"Alamat yang tertera di data kendaraan bermotor dengan si pemilik atau pengguna saat melanggar sering kali berbeda. Apalagi jika pemegang kendaraan merupakan second hand," ujarnya.

Lebih lanjut Bagong Suyanto mengatakan, e-tilang memang cocok diterapkan untuk masyarakat digital, terutama di era teknologi seperti saat ini.

Kisah Cinta Ashraf Sinclair Bikin Merry Riana Kagum, Mengaku Telah Jatuh Cinta dengan BCL Sejak Lama

Namun ia meragukan apakah masyarakat sudah bisa menerima, menerapkan dan beradaptasi dengan peraturan baru terkait e-tilang tersebut.

Meski begitu, Bagong Suyanto beranggapan bahwa diterapkannya e-tilang juga bisa mendatangkan nilai positif.

"Baiknya e-tilang ini bisa menghindari kontak personal antara petugas dengan masyarakat. Jadi, bisa menghindari 'damai di tempat'," pungkasnya.

Penulis: Melia Luthfi Husnika

Editor: Heftys Suud 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved