Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Yatim Eks ISIS, Mahfud MD Sebut Kebijakannya Sudah Resmi

Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Yatim Eks ISIS, Mahfud MD Sebut Kebijakannya Sudah Resmi

Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Yatim Eks ISIS, Mahfud MD Sebut Kebijakannya Sudah Resmi
YouTube KOMPASTV
Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Yatim Eks ISIS, Mahfud MD Sebut Kebijakannya Sudah Resmi 

Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Yatim Eks ISIS, Mahfud MD Sebut Kebijakannya Sudah Resmi

TRIBUNJATIM.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pemerintah telah menjadikan rencana pemulangan anak yatim piatu WNI eks ISIS sebagai kebijakan resmi.

"Anak-anak di bawah 10 tahun yang yatim piatu itu akan dipulangkan, itu kebijakannya sudah resmi," ujar Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (24/2/2020). Dia mengatakan, sejauh ini identitas anak-anak yang akan dipulangkan belum bisa diumumkan.
Hanya saja, pihaknya tetap berpegang teguh pada prinsip awal, bahwa anak yatim piatu tetap akan dipulangkan.

"Sampai sekarang belum ada yang boleh atau belum ada yang akan diumumkan dulu tentang orang-orangnya. Tapi kita ke prinsipnya (rencana pemulangan) saja dulu lah," kata dia.

Mahathir Mohamad Mendadak Mundur, Malaysia Berguncang, Bagaimana Nasib Negeri Jiran Selanjutnya?

Sebelumnya diberitakan, pemerintah tetap membuka opsi memulangkan anak-anak dari WNI yang diduga sebagai teroris lintas batas (foreign terorist fighter) dan eks anggota ISIS ke Indonesia.

Namun, kelonggaran akan diberikan untuk anak-anak mereka yang sama sekali tak tersangkut aksi terorisme orangtuanya.

Saat ditanya bagaimana jika anak-anak yang akan dipulangkan ternyata telah terpapar paham radikalisme dan terorisme, Mahfud MD menjawab bahwa pemerintah akan mengkajinya lebih dalam.

"Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case. Ya lihat saja apakah ada orang tuanya atau tidak, yatim piatu (atau tidak)," ujar Mahfud usai rapat membahas hal tersebut bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Saat ditanya jumlah anak-anak dari total rombongan para WNI terduga teroris lintas batas dan eks ISIS, Mahfud mengatakan bahwa pemerintah belum memiliki data secara detail.

Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved