Jadi Pengedar Sabu-sabu, Pria di Pasuruan ini Dibekuk Saat Benahi Sound Bersama Istri

Arif Rachman Hidayatullah (24) warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan akhirnya harus berpisah dengan istrinya

(Surya/Galih Lintartika)
Pengedar sabu-sbau di Pasuruan, Arif Rachman Hidayatullah (24) warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan dibekuk polisi 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Arif Rachman Hidayatullah (24) warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan akhirnya harus berpisah dengan istrinya.

Bapak satu anak ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Arif, diamankan jajaran Polsek Nongkojajar karena diduga kuat kerap mengedarkan sabu dan mengkonsumsi sabu - sabu.

Pria pengangguran ini ditangkap Korps Bhayangkara saat membenahi dan memperbaiki sound di rumahnya bersama istrinya. Dia langsung diciduk kepolisian.

Dari lokasi penggerebekan, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu yang sudah terbagi dalam beberapa loket paket hemat dengan total 1,44 gram. Selain itu, seperangkat alat nyabu.

Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Shukiyanto mengatakan, dalam pemeriksaan, tersangka mengaku baru saja menggunakan sabu. Dia menggunakan sabu bersama temannya, Wiryo Wahyudi.

Wiryo (26) warga Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini kebetulan juga kos di rumah tersangka Arif. Tak butuh waktu lama, pihaknya juga langsung mengamankan Wiryo.

Penyembuhan Cedera, Nasir Harus Absen di Laga Persebaya Vs Persik Kediri

DETIK-DETIK Kakek di Jombang Ditandu karena Sakit Keras & Puskesmas Malah Tutup, Video Viral

Penampilan BCL saat Didatangi Maia Estianty dan Rossa Jam 2 Pagi Jadi Sorotan, Mata Sembap dan Sayu

"Dari rumah Arif, kami amankan dua tersangka, yakni Arif sendiri sebagai pemilik rumah dan Wiryo orang yang kos di rumah Arif," kata AKP Akhmad Shukiyanto, Selasa (27/2/2020)

Kapolsek menjelaskan, dalam pemeriksaan, Arif ini sudah lama menggunakan sabu dan juga ikut mengedarkan sabu dalam skala kecil. Arif sudah mengenal sabu sejak tahun 2017. Sebaliknya, kalau Wiryo baru di akhir tahun 2019.

"Keduanya sedang kami periksa. Kami juga akan mendalami kasus ini, sebab Arif sudah meresahkan karena sudah lama menjual dan mengedarkan sabu - sabu," papar dia.

Dalam pemeriksaan, kata Kapolsek, kedua tersangka mengaku menggunakan sabu untuk memberikan tenaga tambahan dan tidak mudah lelah. Khusus untuk Arif, hasil menjual sabu digunakannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. (lih/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved