Nasib Pilu Putra Amrozi Pelaku Teror Bom Bali 1, Emosi hingga Merasa Seperti Sampah: Jadi Korban

Nasib Pilu Putra Amrozi Pelaku Teror Bom Bali 1, Emosi hingga Merasa Seperti Sampah: Jadi Korban

Nasib Pilu Putra Amrozi Pelaku Teror Bom Bali 1, Emosi hingga Merasa Seperti Sampah: Jadi Korban
Istimewa/ TribunJatim.com
Nasib Pilu Putra Amrozi Pelaku Teror Bom Bali 1, Emosi hingga Merasa Seperti Sampah: Jadi Korban 

Nasib Pilu Putra Amrozi Pelaku Teror Bom Bali 1, Emosi hingga Merasa Seperti Sampah: Jadi Korban

TRIBUNJATIM.COM - Inilah pengakuan putra Amrozi, pelaku teror Bom Bali 1.

Kisah putra Amrozi pelaku Bom Bali 1, merasa seperti 'sampah', nyaris ikuti jejak sang ayah, tapi teringat anak.

Zulia Mahendra, putra sulung Amrozi, pelaku Bom Bali 1 menuturkan tekadnya berjihad demi keluarga dan menjaga anak-anaknya.

Ia mengaku berkeinginan agar anak-anaknya tak seperti dirinya yang terbebani dan dikucilkan orang karena kesalahan bapaknya.

Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Yatim Eks ISIS, Mahfud MD Sebut Kebijakannya Sudah Resmi

Ia dijauhi masyarakat, sulit mencari kerja, dan merasakan depresi, ada satu momen yang membuatnya menangis.

Momen ketika melihat anaknya tidur, anak yang selalu dipeluk ketika pulang, dan pergi dari rumah untuk mencari nafkah.

Hal itu yang menimbulkan tekad untuk membesarkan anak dan "berjihad untuk keluarga."

Itulah yang dikatakan Zulia Mahendra, putra sulung Amrozi, pelaku Bom Bali 1.

Mahendra baru menginjak usia 16 tahun saat ayahnya ditangkap, tak lama setelah Bom Bali 1 pada 12 Oktober 2002.

Halaman
1234
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved