Pramugari Dipecat Maskapai Malaysia karena Berat Badan Naik 1 Kg, Sempat Gugat, Tapi Lihat Endingnya

Pramugari Dipecat Maskapai Malaysia karena Berat Badan Naik 1 Kg, Sempat Gugat, Tapi Lihat Endingnya

Editor: Januar
Pramugari Dipecat Maskapai Malaysia karena Berat Badan Naik 1 Kg, Sempat Gugat, Tapi Lihat Endingnya 

Pramugari Dipecat Maskapai Malaysia karena Berat Badan Naik 1 Kg, Sempat Gugat, Tapi Lihat Endingnya

TRIBUNJATIM.COM - Seorang pramugari yang telah mengabdi selama 25 tahun, tiba-tiba dipecat karena alasan yang sepele.

Ina Meliesa Hassim dipecat oleh sebuah maskapai penerbangan di Malaysia, hanya karena berat badannya bertambah 1 kg saja.

Seperti dikutip Sosok.ID, dilansir dari Daily Mail, Selasa (25/2/2020), Ina Hassim dipecat oleh Malaysia Airlines, meskipun telah puluhan tahun bekerja untuknya.

Potret Fika Kurniawaty, Pramugari Disebut-sebut Calon Istri Sule dan Ibu Baru Rizky Febian

Ia merasa bahwa pemecatan yang dilakukan pihak maskapai tidak adil, sehingga ia menuntut Malaysia Airlines ke jalur hukum.

Ina melaporkan kasus tersebut berdasarkan hukum pengangguran yang diatur Pemerintah Malaysia.

Untuk bekerja sebagai pramugari di maskapainya, Malaysia Airlines memang memberlakukan sebuah aturan.

Berat tubuh pramugari yang bekerja disana maksimal adalah 132 pon, setara dengan 59 kg. Sementara berat Ina kala ia dipecat adalah 133 pon (60 kg).

Ina dalam sebuah penerbangan, ketika dicek oleh petugas, mendapati berat badannya kelebihan 1 pon dibanding aturan, dan langsung dipecat dari tugasnya sebagai pramugari.

Maskapai penerbangan tersebut mengklaim, aturan ketat tentang penampilan staf ditujukan untuk 'keselamatan penumpangnya'.

Alasan ini sontak terasa sedikit 'menggelikan', mengingat tak adanya kaitan antara berat badan lebih 1 kg dan keamanan.

Meski telah menempuh jalur hukum, sayangnya gugatan Ina ditolak pengadilan.

Pada (12/2) lalu, Pengadilan Industri Malaysia memutuskan mendukung maskapai penerbangan.

Ina lantas kehilangan kasusnya karena pemecatan yang tidak adil berdasarkan hukum pengangguran Malaysia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved