Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Blitar Akan Luncurkan Layanan 112

Pemkab Blitar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan meluncurkan layanan 112 Kabupaten Blitar. Layanan 112 ini khusus untuk menerim

Surya/samsul hadi
Sekda Pemkab Blitar, Totok Subihandono didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto, memberikan penjelasan dalam rapat koordinasi persiapan launching layanan 112 di ruang Command Center Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Selasa (25/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkab Blitar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan meluncurkan layanan 112 Kabupaten Blitar. Layanan 112 ini khusus untuk menerima laporan kedaruratan yang terjadi di masyarakat.

Sebagai persiapan soft launching layanan 112, Dinas Kominfo Kabupaten Blitar menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Blitar, polisi, PLN, PMI, dan Telkom, di ruang Command Center Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Selasa (25/2/2020).

Rapat koordinasi persiapan soft launching layanan 112 Kabupaten Blitar juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Blitar, Totok Subihandono.

Dalam paparannya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto mengatakan layanan 112 ini sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Layanan 112 ini hanya memprioritaskan kejadian darurat yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, ada enam kejadian darurat yang bisa dilaporkan lewat layanan 112. Keenam kejadian darurat itu, yakni, kebakaran, bencana alam, kerusuhan, kecelakaan, penyakit, dan pertolongan kalau ada binatang buas.

"Misalnya, yang belakangan ini sedang ramai soal sarang tawon. Masyarakat bisa mengadu ke 112 untuk pengambilan sarang tawon," kata Eko .

Dikatakannya, pusat pengendali layanan 112 berada di ruang Command Center Dinas Kominfo Kabupaten Blitar. Dinas Kominfo akan menyiapkan enam operator atau call taker untuk menerima laporan dari masyarakat. Operator yang berjaga secara bergantian di Command Center selama 24 jam.

"Kami bagi tiga shif, tiap shif kami siagakan dua operator untuk menerima laporan dari masyarakat," ujarnya.

Eko menjelaskan, operator ini yang akan mendistribusikan jenis laporan dari masyarakat ke OPD terkait. Misalnya, ketika ada laporan kebakaran dari masyarakat, operator segera meneruskan laporan itu ke petugas pemadam kebakaran.

"Rapat koordinasi persiapan ini salah satunya untuk menyamakan sistem kerja layanan 112 dengan OPD terkait," katanya.

Sekda Pemkab Blitar, Totok Subihandono mengapresiasi rencana peluncuran layanan 112 yang disiapkan Dinas Kominfo Kabupaten Blitar. Dia meminta semua OPD, khususnya yang berkaitan dengan kejadian kedaruratan untuk mendukung layanan 112.

"Layanan 112 ini tidak bisa berjalan maksimal kalau tidak didukung semua pihak. Bentuk dukungan dari masing masing pemangku kepentingan, yaitu, harus menyiapkan layanan komunikasi dan tenaga di lapangan saat ada laporan kejadian darurat lewat layanan 112," kata Totok.

Dikatakannya, kalau layanan 112 berlangsung selama 24 jam, berarti OPD terkait serta pemangku kepentingan lainnya juga harus menyesuaikan menyiapkan layanan 24 jam.

"Intinya, harapan Bupati, perlu kesiapan matang dan dukungan dari pemangku kepentingan terkait layanan 112," ujarnya.

Menurutnya, selain amanat undang-undang, program layanan 112 ini juga menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Lewat layanan 112, dia berharap pemerintah bisa hadir dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. (sha/adv/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved