Petugas Rutan Bangil Gagalkan Penyelundupan Pil Koplo

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangil berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pil double L atau logo Y oleh pengunjung ke dalam rutan, Kamis (27/2

istimewa
Rutan Bangil gagalkan penyelundupan pil koplo oleh pengunjung 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangil berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pil double L atau logo Y oleh pengunjung ke dalam rutan, Kamis (27/2/2020).

Dalam penggagalan ini, Rutan mengamankan dua orang pengunjung yang diduga kuat sengaja berupaya menyelundupkan pil ke dalam lingkungan rutan.

Mereka adalah M. Rukhul Amin dan M. Maulid Sihabuddin. Mereka berpura - pura hendak mengunjungi sekaligus membesuk temannya yang menjadi narapidana di Rutan Bangil, yakni Abdul Hamid.

Kedua orang ini sangat cerdik agar penyelundupan ini aman. Untuk mengelabuhi petugas, enam butir pil logo Y, mereka campur dengan mie goreng yang mereka bawa. Keduanya menyembunyikan pil itu di dalam bungkusan mie itu.

Heka Sandiar Putra, Kepala Pengamanan mengatakan, penggagalan penyelundupan ini berawal dari temuan Hamid, warga binaan Rutan Bangil yang membawa handphone di dalam rutan Rabu malam.

Jemaah Umrah Situbondo Gagal Berangkat, Semua Peserta Tabah

Dampak Arab Saudi Stop Umrah, Ratusan Calon Jemaah Umrah Asal Mojokerto Gagal Berangkat

Lapas Tulungagung Didominasi Napi Narkotika, Petugas Menghadapi Upaya Penyelundupan

Sekadar diketahui, Hamid adalah warga binaan yang sudah mengikuti assestment dan mendapat kepercayaan untuk menjadi tamping (tahanan pendamping).

"Tapi kepercayaan itu dia salahgunakan. Dia membawa handphone. Dia langsung kami panggil dan kami minta untuk membuka pasword dan isi chatnya, ternyata isinya percakapan dengan temannya untuk mengantarkan pil Y,” ucap Heka.

Dikatakan dia, keesokan harinya, petugas rutan menunggu kedatangan dua orang teman Hamid yang akan mengirim obat keras tersebut. Saat memeriksa dan mengecek, petugas tidak menemukan bukti yang dimaksud.

"Kami mencurigai serbuk yang tidak lazim ada di mie instant yang dibawa kedua pelaku. Kecurigaan tersebut semakin kuat, lantaran pelaku mulai bergelagat aneh seperti sedang ketakutan. Akhirnya setelah kami integrasi, mereka mengaku mencampurkan butiran pil ke dalam mie," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Setelah itu, petugas langsung menggeledah bagasi sepeda motor kedua orang ini. Ternyata benar, petugas kembali menemukan bukti bahwa mereka membawa delapan butir pil Logo Y yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok.

Heka mengaku langsung menghubungi Polsek Bangil untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami serahkan kedua pengunjung kepada Polsek Bangil. Sedangkan si Hamid kami intrograsi dan akan ada konsekuensi yang diterima,” tambah dia.

Rutan berencana akan memberikan sanksi berat untuk Hamid. Rutan akan mencabut hak persyaratan bersyarat (PB) Hamid. Sebelum kasus ini, Hamid mendapatkan PB dan akan bebas pada Juli mendatang.

"Karena kasus ini, hukumannya dikembalikan seperti semula. Masa tahanan sama ketika vonis. Kalaupun ada potongan masa tahanan atau remisi, semuanya dicabut dan dikembalikan seperti semua, yakni pidana murni,” tutup dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved