Suparma Beri Bantuan 56 Ton Kayu Bekas ke Pabrik Tahu Topodo Sidoarjo, Kurangi Bahan Bakar Plastik 

Suparma memberikan bantuan 56 ton kayu bekas ke pabrik tahu Tropodo Sidoarjo untuk mendukung pengurangan bahan bakar plastik.

ISTIMEWA
General Affairs Manager PT Suparma Tbk, Yustiyohadi saat memberikan penyaluran dana CSR berkelanjutan kepada Zaenal Arifin, pemilik (IKM) pembuatan tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (27/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - PT Suparma Tbk menyatakan resmi perpanjang penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Industri Kecil Menengah (IKM) pembuatan tahu milik salah satu warga Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh General Affairs Manager PT Suparma Tbk, Yustiyohadi.

"Dengan resminya perpanjangan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Industri Kecil Menengah (IKM) pembuatan tahu warga Desa Tropodo itu, maka lanjutan penyaluran bantuan kayu bekas untuk bahan bakar pembuatan tahu akan dilakukan untuk enam bulan kedepan," kata Yustiyohadi, Kamis (27/2/2020).

KONDISI TERBARU Pabrik Tahu Tropodo Sidoarjo, Pernah Disoroti Gegara Pakai Plastik, Kini Ganti Kayu?

“Bantuan itu akan dilakukan saat Maret hingga Agustus 2020, dengan jumlah kayu mencapai 56 ton,” tambahnya.

Dikatakannya, wujud bantuan tersebut seperti yang dilakukan sebelumnya, yakni CSR pertama pada Novemver 2019 - Januari 2020, bantuan tersebut tetap disalurkan untuk IKM milik Zaenal Arifindi warga Desa Tropodo Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

“Sampai Agustus, pak Zaenal akan menggunakan kayu dari kami untuk bahan bakar pembuatan tahu, ini adalah salah satu bentu kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Inisiatif penyaluran bantuan ini, menurut Yustiyohadi, karena setelah tahun lalu IKM tahu di kawasan Krian Sidoarjo menjadi sorotan internasional, karena menggunakan plastik sebagai bahan bakar tungku pembuatan tahu.

“Pemerintah kan sekarang gencar melakukan sosialisasi 3R untuk perusahaan yakni Reuse, Reduce, dan Recycle. Kami bukan lagi 3R tapi sudah 4R, di mana R yang terakhir adalah Return to Earth atau kembali ke bumi,” jelasnya.

Dengan beralih ke kayu, lanjut Yustiyohadi asap yang dikeluarkan IKM tahu diharapkan akan lebih ramah lingkungan dibanding dengan plastik.

Pemilik Pabrik Tahu Sidoarjo Tolak Penggunaan Bahan Bakar Alternatif Pengganti Sampah Plastik

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved