Breaking News:

Teliti Ekosistem Mangrove Wonorejo, Pemkot Surabaya Gandeng Tenaga Ahli dari Kitakyusu Jepang

Pemkot Surabaya bersama Pemkot Kitakyushu Jepang melakukan penelitian ekosistem mangrove di Wonorejo serta Gunung Anyar Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Elma Gloria Stevani
Dokumentasi Pemkot Surabaya
Pemkot Gandeng Tenaga Ahli Dari Kitakyusu Jepang, Lakukan Penelitian Mangrove di Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya bersama Pemkot Kitakyushu Jepang melakukan penelitian ekosistem mangrove di Wonorejo serta Gunung Anyar Surabaya.

Penelitian itu telah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu, salah satunya dengan memasang camera trap di beberapa titik yang dilakukan oleh tenaga ahli dari Kitakyushu.

"Hasil dari penelitian itu, nantinya untuk kepentingan Pemkot Surabaya," kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, Kamis (27/2/2020).

Menurut Irvan Widyanto, penelitian itu merupakan bagian dari sister city atau kerjasama antara Kota Surabaya dan Kota Kitakyushu Jepang.

Ketua DPRD Bali-Wali Kota Surabaya Jajaki Kerja Sama Penanaman Bambu, Adi Sutarwijono: Manfaat Besar

Risma Dapat Oleh-oleh dari Ketua DPRD Bali, Ratusan Bibit Bambu yang Akan Ditanam di Surabaya

Kunjungi Kota Surabaya, Ketua DPRD Bali Kepincut Cara Pemkot Sulap TPA Jadi Taman di Keputih

Ada Badai Ferdinand, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 25 Februari-2 Maret 2020

Oknum Anggota Polres Kediri Dilaporkan Istri ke Polda Jatim, Diduga Lakukan KDRT

 

Satu Pelaku Curanmor di Jalan Raya Candi Sukun Malang Rusak Gembok Pagar dengan Alat Khusus

Kota Kitakyushu terbilang memiliki teknologi canggih dalam menganalisa jenis mangrove termasuk aneka hayati dan fauna.

Irvan Widyanto mengungkapkan, salah satu hasil yang didapat dari penelitian itu, diantaranya ditemukannya hewan kunang-kunang di kawasan Mangrove.

Dan ternyata, hal itu menjadi satu di antara indikator sehatnya lingkungan di kawasan tersebut.

Irvan Widyanto mengatakan, hasil yang didapat itu akan menjadi khazanah pengetahuan baik bagi Pemkot Surabaya maupun untuk warga secara umum.

"Kita juga tunggu masukan lain dari mereka seperti apa, terkait keberadaan kunang-kunang itu,” jelasnya.

Penulis: Yusron Naufal Putra

Editor: Elma Gloria Stevani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved