Realisasi Investasi Kabupaten Blitar 2019 Meningkat Rp 3,2 Triliun

DPRD Kabupaten Blitar menyebutkan, ada empat perusahaan yang menyumbang kenaikan realisasi investasi di Kabupaten Blitar.

Kominfo kab Blitar
Bupati Blitar, Rijanto (kiri) ketika kunjungan di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo pada 2019 lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Realisasi investasi di Kabupaten Blitar mengalami peningkatan sebesar Rp 3,2 triliun pada 2019.

Pada 2018, realisasi investasi di Kabupaten Blitar hanya Rp 1,4 triliun dan naik menjadi Rp 4,6 triliun pada 2019.

Dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Bupati Blitar, Rijanto dalam rapat paripurna di

DPRD Kabupaten Blitar menyebutkan, ada empat perusahaan yang menyumbang kenaikan realisasi investasi di Kabupaten Blitar.

Keempat perusahan tersebut, yaitu, PT Rejoso Manis Indo dengan realisasi usaha sebesar Rp 2,55 triliun, PT Kebon Agung dengan realisasi usaha sebesar Rp 45,59 miliar, PT Olam Sumber Manis dengan realisasi usaha Rp 142,14 miliar, dan PT Greenfields dengan realisasi usaha Rp 1,18 triliun.

Mobil Warga Pasuruan Jadi Korban Kejahatan Pecah Kaca di Malang, Uang hingga Surat Resmi Raib

Pasca Hujan Lebat, Warga Gotong Royong Bersihkan Material Plengsengan Sungai Brantas yang Amblas

Selain Gisella, Sarah Alana Gibson Juga Disebut dalam Kasus Pembobolan Kartu Kredit, Apa Perannya?

UPDATE Kasus Pembobolan Kartu Kredit Berkedok Agen Travel, Tersangka Bertambah Jadi 4 Orang

Wali Kota Surabaya Motivasi Puluhan Pelajar dan Orang Tua, Risma: Semua Anak Berhak Sukses

Separuh Jalan Yos Sudarso Diuji Beban Puluhan Ton Sebelum Dibuka

"Realisasi investasi di Kabupaten Blitar naik Rp 3,2 triliun di 2019. Dari sebelumnya (2018) Rp 1,4 triliun menjadi Rp 4,6 triliun di 2019," kata Bupati Blitar, Rijanto.

Rijanto mengatakan, rasio daya serap tenaga kerja di Kabupaten Blitar juga ikut meningkat pada 2019.

Rasio daya serap tenaga kerja pada 2018 skala 1:5 meningkat menjadi 1:7 pada 2019.

Pada 2019, jumlah tenaga kerja mencapai 17.728 orang yang tersebar di 2.415 unit usaha.

Indeks kualitas lingkungan hidup juga meningkat dari sebelumnya 69,5 menjadi 69,9 atau masuk kategori cukup baik.

Dengan rincian, indeks kualitas air tetap pada level 66, indeks kualitas udara meningkat dari 98,73 menjadi 99,44, dan indeks tutupan lahan meningkat dari 50,21 menjadi 50,66.

Produksi Perikanan Tangkap di Kabupaten Blitar Meningkat 73 Persen

Stafsus Menko Perekonomian Jamin Omnibus Law RUU Cipta Kerja Tak Korbankan Upah Buruh

Polda Jatim Punya Gedung Tahanan Baru, Kapolda Irjen Luki Hermawan: Tempat Tahanan Lebih Manusiawi

Tak hanya itu, nilai ekspor di Kabupaten Blitar juga mengalami peningkatan pada 2019.

Dari nilai ekspor sebelumnya Rp 2,3 miliar meningkat menjadi Rp 4,8 miliar atau mengalami kenaikan sekitar 111,3 persen.

Komoditas ekspor di Kabupaten Blitar meliputi bubuk kakao ke Korea Selatan, coklat bar ke Singapura, furnitur kayu ke Amerika-Eropa-Australia, karpet ke Australia, sajadah ke Madinah, dan kerajinan bros ke Singapura-Hongkong.

Penulis: Samsul  Hadi

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved