Bupati Banyuwangi Anas Minta Balai Desa Harus Jadi Balai Budaya

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mendorong seluruh kepala desa untuk lebih inovatif menciptakan program-program baru

Surya/Haorrahman
Bupati Anas dan Bob Saril (udeng hijau) saat peresmian jaringan listrik di TN Alas Purwo beberapa hari lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mendorong seluruh kepala desa untuk lebih inovatif menciptakan program-program baru. Salah satunya dengan menambah fungsi balai desa menjadi balai budaya.

“Selain kantor bagi petugas desa, balai desa ke depan harus bisa menjadi pusat aktivitas dan tempat berkumpulnya warga, menjadi pusat aktivitas warga. Khususnya menjadi sentra pembinaan seni dan budaya desa. Itu kemarin saya lontarkan di hadapan pengurus ASKAB,” kata Abdullah Azwar Anas kepada Tribunjatim.com, Rabu (4/3/2020).

Anas menggelar pertemuan dengan 30 pengurus Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) yang anggotanya adalah kepala desa se-Banyuwangi.

Anas melanjutkan, fasilitas dan infrastruktur desa, khususnya di kantor desa harus bisa dioptimalkan untuk kegiatan pemberdayaan warga. Untuk itu, Anas mengimbau kepala desa agar lebih kreatif membikin kegiatan yang melibatkan warga.

Misalnya, menggelar pelatihan maupun kegiatan pemberdayaan yang dijadwal rutin di balai desa. Lalu membuat pertunjukan gandrung setiap malam Minggu, atau hadrah dan sholawatan setiap malam Jumat.

“Jika di balai desa rutin digelar seperti ini, seniman tidak perlu lagi repot membangun sanggar-sanggar fisik karena bisa memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ada di balai desa. Dengan begitu, balai desa tidak sekedar menjadi kantor bagi petugas desa, tapi juga menjadi balai budaya tempat berkumpulnya warga. Sehingga semangat keguyuban dan gotong royong tetap terjalin kuat di desa,” tutur Abdullah Azwar Anas kepada Tribunjatim.com.

“Balai desa yang dipenuhi dengan aktivitas sosial dan budaya warganya, merupakan salah satu indoikator Smart Kampung yang ikembangkan Banyuwangi,” tambahnya.

Selain itu, Anas kembali meminta agar kepala desa terus meningkatkan pelayanan publik, dan bisa menyelesaikan berbagai permasalah sosial di wilayahnya.

“Penanganan masalah sosial kemasyarakatan ini tiap saat kami sampaikan kepada kades, karena ini upaya kami untuk mengingatkan bahwa masalah ini adalah prioritas untuk ditangani oleh setiap desa. Mulai dari anak putus sekolah, penangana n ibu hamil beresiko tinggi, hingga masalah kesehatan warga terutama lansia. Kades harus menjadi garda terdepan untuk penanganannya,” tegas Anas.

BREAKING NEWS - 5 Orang Terduga Terjangkit Virus Corona yang Dirawat di RSSA Malang Terbukti Negatif

Masih Ingat Guru Tampan Gantengnya Kelewatan? Dulu sampai Di-DM Artis, Intip Potretnya Sekarang!

Biodata-Profil 4 Calon Pemimpin Ibu Kota Baru: Azwar Anas, Ahok, Bambang Brodjonegoro dan Tumiyana

Selain itu, hal lain yang disampaikan Anas adalah masalah menekan peredaran minuman keras hingga pencegahan penyebaran HIV/AIDS.

"Ingatkan kembali seluruh warga tentang ketahanan keluarga. Terkait HIV/AIDS adalah PR besar bangsa ini, dan saya ingin kades berperan langsung pada masalah ini. Intinya, kades harus berperan mengurangi penyakit sosial. Sering turun lapangan adalah kunci untuk mengetehui kondisi warga," terang bupati dua periode itu.

Ketua Askab, Anton Sujarwo menyatakan siap menindaklanjuti arahan dari Bupati Anas.

“Askab selalu siap mendukung program-program daerah. Setiap program yang dibuat akan mengacu pada program daerah, sehingga sinkron mulai atas hingga bawah,” kata Anton. (Haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved