Khawatir Ada Pembegalan Pelajar, Kades Sumber Brantas Minta Pemkot Batu Bangun SMA di Desanya

Kepala Desa Sumber Brantas Juadi minta Pemkot Batu buatkan SMA di desanya, khawatir ada pembegalan dan pembunuhan karena kondisi jalan.

SURYA/BENNI INDO
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berinteraksi dengan Plt Kepala BPN Batu Sri Hendarwati saat memberikan sertifikat tanah program PTSL kepada warga Desa Bumiaji, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kepala Desa Sumber Brantas Juadi meminta kepada Pemkot Batu agar dibuatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) di desanya.

Pasalnya, anak-anak SMA dari Desa Sumber Brantas harus menempuh jarak yang cukup jauh ke sekolah.

Terlebih kondisi jalanan di sana yang sepi dan gelap, menyebabkan kerawanan ketika anak-anak pulang sekolah malam. 

Wabah Virus Corona Kapan Berakhir? Ahli Sebut Manusia Bakal Dihadapkan 2 Kemungkinan Nasib

Cara Korea Utara Berantas Virus Corona Covid-19, Diam-diam Minta Alat ke Rusia, Tutup Perbatasan

“Kondisi desa kami terlalu jauh. Kalau untuk SD dan SMP sudah ada, yang belum ada SMA. Kondisi yang terlalu jauh ini berbahaya. Anak-anak kami ada yang pulang les itu pukul 8 dan 9 malam. Jalan sepi dan gelap, nanti kalau ada pembegalan bahkan pembunuhan yang disalahkan Kadesnya,” ujar Juadi.

Menurut Juadi, keberadaan SMA di Sumber Brantas juga untuk memadahi kebutuhan pendidikan di desa. Selama ini, anak-anak dari Desa Sumber Brantas sekolah di desa tetangga yang jaraknya memang cukup jauh.

Rencana Masa Depan BCL & Noah Sinclair Terkuak, Ibu Ashraf Tulis Tegas, Pesan Haru Khadijah Didoakan

Sinopsis Samudra Cinta Episode 167 Rabu, 4 Maret 2020, Live Streaming SCTV

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih mengatakan kalau perencanaan keberadaan SMA di Desa Sumber Brantas belum masuk perencanaan saat ini. Dinas Pendidikan Batu baru merencanakan pendirian SD di Sumber Brantas.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko menerangkan bahwa permintaan Juadi butuh kajian yang konprehensif. Perlu ada kajian yang tepat agar pembangunan SMA nanti betul-betul bermanfaat. Koordinasi juga dibutuhkan karena saat ini SMA berada di kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Umpamanya membangun SMA itu perku kajian jadi apakah memang layak ada SMA? Adakah muridnya, segalanya itu dikaji. kalau memang itu ya kita dengan harus,” terangnya.

Dewanti menekankan, jika nantinya sesuai kajian memang dibutuhkan SMA, maka Pemkot Batu akan mendorong ke Pemprov Jatim.

"Kalau pendirian sekolah SMA itu ranah Pemprov. Jadi kami hanya bisa mengusulkan dan disetujui atau tidaknya tergantung pemprov," ungkapnya.

Cacak Jatim Terima Konsultasi Virus Corona, Pemprov Jatim Sediakan 44 RS Rujukan Pertama Covid-19

Sulap Halaman Belakang Rumah Jadi Kebun Ganja Hidroponik, Tersangka Blak-blakan Soal Rasa

Tampil Moncer Lawan Persikabo, Kushedya Hari Yudo Dkk Diharap Main Ngotot Saat Arema FC Vs Persib

Laga Persija Vs Persebaya Resmi Ditunda, Aji Santoso Pastikan Bajul Ijo Ikuti Aturan

Penulis: Benni Indo

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Benni Indo
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved