Harga Empon empon Naik

Jahe Merah Serbuk Asal Lamongan Alami Peningkatan Pesanan, Tembus Hingga Jepang

Jahe merah adalah salah satu jenis rempah - rempah yang diyakini bisa menangkal virus Corona jika dikonsumasi.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
KOLASE TRIBUNMANADO
Jahe Merah, Virus Corona dan Kunyit 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Jahe merah adalah salah satu jenis rempah - rempah yang diyakini bisa menangkal virus Corona jika dikonsumasi.

Hartono, salah satu warga di Lamongan yang beruntung, usaha pembuatan Jahe merah serbuk yang yang diproduksinya kini laris manis.

Bahkan pembeli dan pemasarannya sudah ke berbagai daerah. Pesanan jahe merah serbuknya juga mengalami peningkatan yang signifikan sejak merebaknya virus Corona.

Hartono warga Desa Kalipang, Kecamatan Kembangbahu mengungkapkan, Jahe merah dikenal sebagai salah satu rempah-rempah yang tak hanya dijadikan bumbu masak namun juga sebagai media pengobatan beragam penyakit. "Jahe merah mengandung zat anti bakteri, anti inflamasi, dan zat lainnya. Biasanya jahe merah ini dibuat sebagai wedang jahe yang memiliki sensasi hangat di tubuh," kata Hartono kepada Surya.co.id, Minggu (8/3/2020).

Pembuatan jahe merah serbuk produksi Hartono, sangat sederhana. Pertama, jahe merah dicuci bersih kemudian dirajang dan di blender. Jahe merah yang sudah diblender ini kemudian direbus dan diberi gula dan garam sambil diaduk selama kurang lebih 1,5 jam.

Ratusan Pesepeda Meriahkan Fun Ride Keliling Kediri

SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING Arema FC Vs Persib, Laga Big Match Pekan Kedua Liga 1 2020

Ikuti Triathlon Berjarak Total 25,5 Kilometer, Bocah 9 Tahun Berhasil Finish

"Kita aduk terus sampai menjadi jenang dan terus diaduk hingga menjadi serbuk kristal jahe merah dan disaring. Kalau ada yang masih kasar kita blender lagi," ungkap Hartono.

Hartono mengungkapkan, 1,5 kg jahe merah ia bisa menghasilkan jahe merah serbuk sebanyak 80 saset kemasan.

Persaset di pasaran dijual hanya Rp 4 ribu, sementara untuk kemasan 150 gram dengan harga hanya Rp 32.500. Jahe merah produksi Hartono sudah merambah beberapa kota di Indonesia seperti Gresik, Surabaya, Kediri dan juga Yogjakarta.

"Alhamdulillah, pesanan sekitar Surabaya, Jogya, Gresik, Kediri hingga Jepang," kata Hartono.

Yang ke Jepang ini kebetulan ada mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana dan pas musim dingin ternyata cocok. Akhirnya banyak temannya yang asli Jepang ikut pesan.

Hartono menambahkan, seiring dengan merebaknya virus Corona bahan baku pembuatan jahe merah serbuk ini kini mulai terpengaruh. Jahe merah yang biasanya hanya Rp 45 ribu perkilogram kini naik menjadi Rp 65 ribu.

Harga jahe merah mengalami kenaikan menjadi Rp. 65 ribu. Itupun barangnya sulit didapat.

Ditanya peningkatan produksi jahe merahnya sejak merebaknya virus Corona, Hartono mengaku ada peningkatan sekitar 25 persen dari sebelum munculnya virus Corona.(hanif manshuri/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved