Panitia Angket DPRD Jember Layangkan Pemanggilan Kedua

Panitia Angket DPRD Jember tidak putus asa untuk memanggil Bupati Jember Faida. Setelah, pemanggilan mereka tidak digubris oleh Faida, Panitia Angket

sri wahyunik/surya
Panitia Angket DPRD Jember saat menggelar konferensi pers atas ketidakhadiran Bupati Jember Faida di panggilan I Panitia Angket, Kamis (12/3/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Panitia Angket DPRD Jember tidak putus asa untuk memanggil Bupati Jember Faida. Setelah, pemanggilan mereka tidak digubris oleh Faida, Panitia Angket akan kembali memanggil bupati Jember tersebut.

Pemanggilan kedua untuk Bupati Faida akan dilakukan pada Senin (16/3/2020) pekan depan. "Setelah kemarin tidak memenuhi panggilan I yang kami layangkan, kami akan kembali melakukan pemanggilan.

Pemanggilan II ini untuk Senin pekan depan," ujar Ketua Panitia Angket DPRD Jember Tabroni, Jumat (13/3/2020).

Panitia Angket melalui pimpinan DPRD Jember telah melayangkan surat panggilan tersebut. Tabroni menegaskan, pemanggilan untuk bupati Jember tersebut merupakan mekanisme yang dilewati oleh Panitia Angket.

"Kenapa bupati juga dipanggil, karena dialah pengambil kebijakan tertinggi di Pemkab Jember. Jadi atas semua persoalan yang kami selidiki tentunya harus ditanyakan kepada bupati, selain kepada OPD yang bersangkutan," tegas Tabroni kepada Tribunjatim.com.

Akal Licik Kepala Depo Distributor Snack Ingin Hidup Mewah, Uang Perusahaan Disikat, Jejak Terendus

Bupati Faida Tidak Penuhi Panggilan Panitia Angket DPRD Jember

Resepsi Harlah NU ke-97, PWNU Jatim Siapkan Pendeteksi Suhu Tubuh Cegah Penyebaran Virus Corona

Perkara nanti bupati kembali tidak hadir, Tabroni menegaskan, itu akan menjadi catatan bagi Panitia Angket yang nantinya akan dilaporkan ke keseluruhan anggota DPRD Jember melalui rapat sidang paripurna.

Selain mengagendakan pemanggilan kedua untuk bupati Jember, Panitia Angket juga akan memanggil kembali pejabat dari beberapa OPD di Pemkab Jember yang tiga kali mangkir dari panggilan Panitia Angket DPRD Jember. Pemanggilan itu direncanakan melibatkan pihak kepolisian, atau melalui panggilan paksa.

DPRD Jember telah melayangkan surat kepada Kapolri terkait permintaan bantuan untuk melakukan pemanggilan paksa tersebut. Panggilan paksa itu juga dijadwalkan pekan depan.

Sebelumnya Bupati Jember Faida menegaskan, dirinya telah mengambil sikap terkait pemakaian Hak Angket oleh DPRD Jember. Pemkab Jember mempertanyakan pemakaian Hak Angket oleh DPRD Jember, yang kemudian diikuti dengan pembentuan Paitia Angket, karena dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

Karena alasan itulah, Bupati Faida memilih tidak hadir dalam pemanggilan I Panitia Angket DPRD Jember, Kamis (12/3/2020) kemarin. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved