Virus Corona di Jawa Timur

18.400 Rapid Test Corona Mulai Disebar ke RS Rujukan-Dinkes di Jatim, Ini 4 Golongan Prioritas Dites

Sebanyak 18 ribu rapid test Corona mulai disebar ke rs rujukan dan dinkes di Jatim.

18.400 Rapid Test Corona Mulai Disebar ke RS Rujukan-Dinkes di Jatim, Ini 4 Golongan Prioritas Dites
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Peragaan penggunaan alat rapid test bersama Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat distribusi 18.400 alat rapid test ke rumah sakit rujukan Corona di Jawa Timur, Kamis (26/3/2020) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 18.400 alat rapid test atau alat tes cepat yang sudah tiba di Jawa Timur mulai didistribusikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jawa Timur, Kamis (26/3/2020) malam.

Belasan ribu alat rapid test tersebut terdiri dari 8.400 alat rapid test dari Kementerian Kesehatan, serta sebanyak 10.000 alat rapid test bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha yang hari ini diterima oleh Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur.

Dikatakan Khofifah hingga saat ini total ada sebanyak 18.400 alat rapid test yang secara bertahap akan mulai didistribusikan oleh pemprov ke rumah sakit-rumah sakit.  

UPDATE TERBARU Pasien Corona di Jatim Kamis (26/3/2020), Positif Covid-19 Jadi 59, 7 Orang Sembuh

“Malam ini kita akan langsung distribusikan ke 65 rumah sakit rujukan dan 38 Dinkes Kabupaten Kota di Jawa Timur. Tapi ini yang datang ke sini saat penerimaan tentu ya simbolik, karena alatnya rapid test itu harus disimpan di suhu rendah -15 derajat celcius,” kata Khofifah.

Sebanyak 65 rumah sakit rujukan yang mendapatkan alat rapid test ini adalah rumah sakit yang sudah masuk dalam jaringan rumah sakit rujukan untuk merawat pasien Covid-19

Di mana hari ini ada 2 rumah sakit rujukan tambahan. Yaitu RSUD Soewandhie Surabaya dan RSAU Madiun.

Terkait siapa yang akan dites menggunakan alat rapid test ini dikatakan Khofifah ada empat golongan prioritas.

Untuk kelompok pertama, adalah orang yang berkontak erat dengan pasien positif sehingga risiko tinggi.

Kontak erat risiko tinggi adalah bila seseorang kontak dengan kasus konfirmasi positif. 

Fakta Masa Lalu Abash Pacar Lucinta Luna Bocor, Foto KTP & Saat Jadi Wanita, 4 Rahasia Lain Terkuak

Pengakuan Sedih Via Vallen Permak Wajah karena Komen Jahat, Hasil Beda dari Harapan: Malah Bengkak

“Termasuk di dalamnya petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus positif, orang yang berada dalam satu ruangan yang sama mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul dan juga orang yang bepergian bersama dengan segala jenis alat kendaraan mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul,” kata Khofifah.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved