Breaking News:

Sepak Bola saat Wabah Virus Corona

Dilema Pemain Persebaya Rendi Irwan Soal Pemberhentian Sementara Liga 1 2020 Akibat Covid-19

Gelandang serang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan, berharap kompetisi bisa kembali bergulir karena menjadi sumber mata pencaharian pemain.

Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Rendi Irwan saat prescon jelang laga pekan ke-21 melawan PS Tira, Senin (10/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berhentinya sementara roda kompetisi Liga 1 2020 akibat antisipasi virus Corona atau Covid-19 membuat aktivitas tim ikutan mati suri.

Bahkan 10 klub sudah menggelar rapat dadakan melalui jejaring online guna mencari solusi untuk kebaikan bersama terkait kelanjutan kompetisi musim ini.

Satu dari empat hasil rapat virtual meeting itu memastikan status gaji pemain, pelatih dan official dibayar maksimal 25 persen sejak Maret sampai dengan kick off nanti.

Manajer Persebaya Surabaya Ungkap Alasan Tak Beri Tes Virus Corona pada Pemainnya, Sebut Tak Efektif

Cara Bek Persela Lamongan Birrul Walidain Jaga Kondisi Saat Libur di Tengah Ancaman Virus Corona

Terlepas dari hasil itu, gelandang serang Persebaya Surabaya, Rendi Irwan, berharap kompetisi bisa kembali bergulir karena menjadi sumber mata pencaharian pemain.

Mengingat sampai saat ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan operator kompetisi telah mengambil sikap untuk menghentikan sementara kompetisi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Banyak yang menggantungkan hidup dari kompetisi itu, termasuk pemain itu sendiri," kata Rendi Irwan, Kamis (26/3/2020).

Namun di sisi lain, dia sadar pemberhentian kompetisi untuk sementara waktu adalah sebuah langkah bijak terkait antisipasi penyebaran virus Corona.

Arema FC Raih Hasil Kurang Memuaskan di Dua Laga, Dendi Santoso Sebut Tim Butuh Pembenahan

Enggan Komentari Soal Pergantian Manajer Persik Kediri, Joko Susilo Pilih Fokus pada Program Tim

Bukan hanya kompetisi tanah air yang dibuat mandek, melainkan juga kompetisi dunia seperti Premier League (Inggris), Serie A (Italia), La Liga (Spanyol), dan Bundesliga (German).

"Apapun itu kami menghormati keputusannya. Kami harus ikuti agar tidak menyebar virus Corona seperti di Italia," tutup ayah tiga anak ini.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved