Virus Corona di Madura

Kepala Sekolah di Madura Sebar Hoaks Warga Desa Lemper Terjangkit Virus Corona, Terancam Penjara

Guru sekaligus Kepala Sekolah di Pamekasan sebar hoaks warga Desa Lemper terpapar virus Corona dan sedang dirawat. Kini terancam 6 tahun penjara.

Kepala Sekolah di Madura Sebar Hoaks Warga Desa Lemper Terjangkit Virus Corona, Terancam Penjara
TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kepala Unit Reskrim Polsek Pademawu Pamekasan, Ipda Suyanto saat dimintai keterangan oleh sejumlah media di Polsek Pademawu, Pamekasan, Rabu (25/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - MS, seorang guru yang merupakan warga Kabupaten Pamekasan, Madura harus berurusan dengan polisi.

Sebabnya- ada-ada saja ulahnya sebar hoaks terkait virus Corona atau Covid-19 melaui rekaman suara.

Dalam rekaman itu, pria yang berprofesi sebagai guru yang sekaligus Kepala Sekolah di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang ini mengatakan ada seorang warga Desa Lemper, Kabupaten Pamekasan yang positif terpapar virus Corona.

Selain itu, isi dalam pesan suara yang dia sebar melalui grup WhatsApp juga membuat pernyataan, bahwa kebenaran informasi perihal adanya warga Desa Lemper yang positif terjangkit virus Corona tersebut sudah dikonfirmasi kepada Kepala Desa Lemper.

Fakta Masa Lalu Nella Kharisma, Bocoran Honor Dulu & Kini, Sang Biduan Ungkap Cerita Pilunya

Ramalan Denny Darko Ungkap Nasib Wabah Virus Corona, Baik dan Buruk: Mereda Kurang dari 2 Minggu

Bahkan, dalam rekaman yang kini beredar viral di berbagai grup WhatsApp tersebut, MS juga menjelaskan perihal pekerjaan pasien yang dikabarkan olehnya positif terjangkit virus Corona.

Beredarnya rekaman tersebut, sontak membuat resah masyarakat Pamekasan dan menjadi perbincangan publik.

Atas kelakuan MS, Kepala Desa Lemper langsung menyerahkan kasus tersebut ke Polsek Pademawu, dan hari ini MS langsung diperiksa.

Kepala Unit Reskrim Polsek Pademawu Pamekasan, Ipda Suyanto menyatakan, bahwa MS telah diperiksa oleh pihaknya, Rabu (25/03/2020).

Gojek Lengkapi Mitranya Dengan Masker dan Hand Sanitizer

RSAA Malang Kembali Rawat 1 Pasien Positif Covid-19, Sudah di Ruang Isolasi: Bukan Pasien Baru

Berdasar pengakuan dan klarifikasi dari MS, kata dia, mulanya MS sekitar pukul 10.00 WIB Selasa (23/3/2020) kemarin mendapat telepon dari salah satu Perangkat Desa Pademawu Barat.

Dalam percakapan melalui telepon itu, keduanya membahas perihal informasi yang belum diketahui kebenarannya bahwa ada seorang warga Desa Lemper yang terkena virus Corona.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved