Najwa Shihab Diam Kehabisan Kata Dengar Curhat Pilu Cara Eva Makamkan Ortu Akibat Corona: Sedih

Pengalaman seorang wanita memakamkan orangtua akibat Corona buat Najwa terdiam, simak curhatan pilu Eva Rahmi

YouTube/Najwa Shihab
Najwa Shihab kehabisan kata-kata saat dengar curhatan Eva 

"Dimana papa saya akan dikuburkan, mereka tidak tahu. Katanya akan dihubungi phak Dinkes, mkanya jenazah ditaruh di ruang jenazah”

“Selama jenazah kedua orangtuanya belum dikuburkan, Eva Rahmi juga mengaku tidak diizinkan untuk mendekati.”

"Saya dilarang untuk mendekat, karea posisi untuk terpapar itu besar, karena mereka masing wrapping," ujarnya.

Eva merasa begitu sedih karena bahkan hingga saat terakhirnya menguburkan sang ibu, dirinya tak bisa melihat wajah terakhirnya.

Untuk melihat wajah ayah ibunya saja Eva Rahmi tak diizinkan alias diarang.

ILUSTRASI JENAZAH - Nenek 69 tahun di Blitar tewas tercebur sumur setelah hilang beberapa jam. Sobekan bajunya kuak fakta
ILUSTRASI JENAZAH - Nenek 69 tahun di Blitar tewas tercebur sumur setelah hilang beberapa jam. Sobekan bajunya kuak fakta (KOMPAS.com)

Hal tersebut sontak embuat Eva Rahmi tak kuasa menahan tangisannya.

"Jadi selama mama dan papa mendekat mbak Eva sama sekali tidak boleh melihat?" tanya Najwa Shihab.

"Iya betul, makanya aya negarasa gak bisa ngapa-ngapain. Sedih banget gak bisa ngelihat muka mama dan papa untuk terakhir kalinya," ujar Eva Rahmi menahan air matanya keluar.

"Soalnya sejak mama masuk RS Persahbatan, saya minta tolong lihat dari jauh, even lewat nart station aja tetep gak boleh masuk juga," imbuhnya lagi dengan nada sesak ingin menangis.

“Makanya saya sangat sedih banget, gak bisa nganter papa untuk yang terkahir. Soalnya belum ada kavbar dari Dinkes kapan dan dimana papa akan dikuburkan. Baru besok paginya.”

“Dan besok paginya saya juga dilarang oleh keluarga untuk nganter ke pamakaman, karena resiko tertularnya tinggi. Karena jenazah udah lebih dari 4 jam," tandasnya.

Simak video Najwa selengkapnya berikut:

Penelusuran TribunJatim.com Eva juga mengutarakan kesedihan itu dan potret pemakaman kedua orang tua di Instagram pribadinya.

Terlihat hanya ada 3 orang yang berada di pemakaman, Eva Rahmi dan kedua kakaknya.

Mereka hanya megenakan masker sebaagi alat perlindungan diri.

"Mama tersayang.. Izinkan kami bertiga melepas kepergianmu. Ya, hanya kami bertiga, tanpa teman, sodara, tetangga ataupun rekan kerja..”

“Sedih yg teramat sangat tdk bs menghadirkan mereka disini utk melepas kepergianmu.. tapi ini demi kebaikan mereka," tulis Eva Rahmi Salama di akun Instagram pribadinya @evarahmisalama, dikutip TribunJatim.com dari IG.

 
"Mama sudah tenang sekarang tanpa peralatan medis di tubuh mama.. tak terbayangkan penderitaan mama kemarin berjuang sendirian melawan virus jahanam. Semoga itu menjadi penghapus dosa mama selama mama di dunia...aamiin ya Allah ," tambahnya.

Tak disangka, duka itu kembali datang di keluarga Eva lantaran sang ayah yang juga menyusul ibunya.

Kematian ayahanda Eva Rahmi ini juga diduga karena terinfeksi Covid-19 atau virus corona.

"Innalilliahi telah berpulang ke rahmatullah, papa kami tercinta di RS Tarakan pada pukul 15.30. Mohon dimaafkan kesalahan almarhum semasa hidupnya. Semoga Almarhum husnul khotimah," tulis Eva Rahmi.

Postingan Eva mendapat perhatian dan reaksi dari netizen di media sosial.

VIRAL Dokter Nekat Joging di Taman saat Wabah Corona, Arogan Debat dengan Petugas, Lihat Endingnya

Penulis: Ignatia
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved