Najwa Shihab Diam Kehabisan Kata Dengar Curhat Pilu Cara Eva Makamkan Ortu Akibat Corona: Sedih

Pengalaman seorang wanita memakamkan orangtua akibat Corona buat Najwa terdiam, simak curhatan pilu Eva Rahmi

YouTube/Najwa Shihab
Najwa Shihab kehabisan kata-kata saat dengar curhatan Eva 

TRIBUNJATIM.COMCurhatan seorang wanita tentang caranya memakamkan orang tua akibat virus Corona membuat Najwa Shihab terdiam.

Najwa Shihab kehabisan kata-kata setelah mendengar cara seorang wanita bernama Eva yang memakamkan orang tuanya dengan prosesi khusus.

Kedua orang tuanya akhirnya meninggalkan Eva karena terinfeksi virus Covid-19 yang kini sedang mewabah di Indonesia.

Kematian ayah dan ibu Eva benar-benar hanya selang 2 hari dan semua akibat keduanya terpapar virus mematikan itu.

Jawaban Adem Quraish Ditanya Apakah Corona Tentara Allah dengan Tugas Khusus?, Ayah Najwa: Perangi

Najwa Shihab mengungkap curahan hati pasien 01 virus Corona.
Najwa Shihab mengungkap curahan hati pasien 01 virus Corona. (YouTube Najwa Shihab dan Shutterstock via Kompas.com)

Momen Najwa Shihab kehabisan kata-kata dengar curhatan Eva itu terekam dalam acara Mata Najwa, Rabu (25/3/2020) malam.

Seorang wanita yang adalah anak dari dua orang pasien positif virus Corona menceritakan detik-detik orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Dikutip TribunJatim.com dari YouTube Mata Najwa, awalnya Eva Rahmi Salama seorang narasumber Najwa Shihab mengungkap foto dan video pemakaman ibunda tercintanya.

Eva menceritakan proses yang ia lewati dalam memakamkan kedua orang tuanya yang terinfeksi virus corona.

Ayah dan ibu Eva Rahmi meninggal dunia karena corona dalam jarak waktu berdekatan, berselang hanya dua hari.

Hari pertama Eva Rahmi memakamkan ibunya hanya bertiga bersama saudara laki-lakinya.

Selang dua hari, sang ayah juga menyusul ibunya meninggal dan dikuburkan dengan cara dan prosesi yang sama.

Ada cara pemakaman khusus yang dijalani Eva Rahmi dan keluarga untuk memakamkan kedua orangtua.

VIRAL Dokter Nekat Joging di Taman saat Wabah Corona, Arogan Debat dengan Petugas, Lihat Endingnya

Dalam tayangan YouTube, Najwa Shihab ikut mendoakan keluarga Eva agar terus diberikan kemudahan dan keikhlasan.

Kepada Najwa Shihab, Eva Rahmi mengaku ketika proses pemakaman itu ia memiliki kekhawatiran khusus.

"Ya jadi sebenarnya saya melarang saudara-saudara dan temanteman saya untuk datang ke acara pemakaman mama. Karena saya khawatir mereka akan ketularan, dan itu nantinya akan menjadi tanggung jawab saya," ujar Eva Rahmi.

Yang lebih membuat Eva Rahmi ini semakin khawatir, adalah kondisi penggali kubur yang tak memakai alat perlindungan diri ketika membantu menguburkan ibunda tercinta.

 
"Dan ketika sampai di pemakaman saya pikir akan ada petugas yang memang pakai baju APD. Ternyata tidak.”

“Hanya ada tukang gali kubur 3 orang kalau gak salah. Mereka pakai baju apa adanya, cuman pakai masker penutup mulut, itu saja," tutur Eva Rahmi lagi.

Melihat hal tersebu, Eva Rahmi pun berdoa semoga para penggali kubur ini tak terpapar virus berbahaya itu.

"Mudan-mudahan sih mereka tidak terpapar ya," tambahnya.

Sebelum dimasukkan ke dalam liang lahat terlihat kondisi jenazah ibunda Eva Rahmi ini diplastiki wrap.

Ilustrasi
Ilustrasi (alazharpeduli)

Lalu, jenazah diimasukkan ke dalam peti putih yang dibalut plastic wrap juga.

"Meskipun jenazah mama sudah dimasukkan ke dalam peti, terus di wrap lagi. Dan makanya itu langsung dikubur 4 jam setelah kematian," ujar Eva Rahmi.

Pantauan TribunJatim.com, Najwa Shihab tampak tak bisa berkata dan terdiam saat mendengar curhatan Eva Rahmi memakamkan kedua orangtuanya.

Tips Menikah Muda hingga Mengasuh Anak ala Najwa Shihab, Jodoh Itu Harus Dijemput Jangan Ditunggu

Kemudian, Najwa Shihab pun bertanya soal pengurusan jenazah sang ayah.

"Treatment terhadap jeazah papa kurang lebih sama tidak mbak?" tanya Najwa Shihab.

"Enggak. Kalau untuk papa meninggal jam setengah 4. Dan dikubur jam 7 keesokan harinya. Sebenarnya itu sangat berisiko karena seharusnya dikubur maksimal 4 jam setelah kematian.”

“Tapi kenyataannya sudah keesokan harinya," papar Eva Rahmi.

Najwa Shihab kehabisan kata-kata saat dengar curhatan Eva
Najwa Shihab kehabisan kata-kata saat dengar curhatan Eva (YouTube/Najwa Shihab)

Keterlambatan tersebut disebutkan Eva Rahmi karena adanya ketidaktahuan soal lokasi pemakaman sang ayah.

"Dimana papa saya akan dikuburkan, mereka tidak tahu. Katanya akan dihubungi phak Dinkes, mkanya jenazah ditaruh di ruang jenazah”

“Selama jenazah kedua orangtuanya belum dikuburkan, Eva Rahmi juga mengaku tidak diizinkan untuk mendekati.”

"Saya dilarang untuk mendekat, karea posisi untuk terpapar itu besar, karena mereka masing wrapping," ujarnya.

Eva merasa begitu sedih karena bahkan hingga saat terakhirnya menguburkan sang ibu, dirinya tak bisa melihat wajah terakhirnya.

Untuk melihat wajah ayah ibunya saja Eva Rahmi tak diizinkan alias diarang.

ILUSTRASI JENAZAH - Nenek 69 tahun di Blitar tewas tercebur sumur setelah hilang beberapa jam. Sobekan bajunya kuak fakta
ILUSTRASI JENAZAH - Nenek 69 tahun di Blitar tewas tercebur sumur setelah hilang beberapa jam. Sobekan bajunya kuak fakta (KOMPAS.com)

Hal tersebut sontak embuat Eva Rahmi tak kuasa menahan tangisannya.

"Jadi selama mama dan papa mendekat mbak Eva sama sekali tidak boleh melihat?" tanya Najwa Shihab.

"Iya betul, makanya aya negarasa gak bisa ngapa-ngapain. Sedih banget gak bisa ngelihat muka mama dan papa untuk terakhir kalinya," ujar Eva Rahmi menahan air matanya keluar.

"Soalnya sejak mama masuk RS Persahbatan, saya minta tolong lihat dari jauh, even lewat nart station aja tetep gak boleh masuk juga," imbuhnya lagi dengan nada sesak ingin menangis.

“Makanya saya sangat sedih banget, gak bisa nganter papa untuk yang terkahir. Soalnya belum ada kavbar dari Dinkes kapan dan dimana papa akan dikuburkan. Baru besok paginya.”

“Dan besok paginya saya juga dilarang oleh keluarga untuk nganter ke pamakaman, karena resiko tertularnya tinggi. Karena jenazah udah lebih dari 4 jam," tandasnya.

Simak video Najwa selengkapnya berikut:

Penelusuran TribunJatim.com Eva juga mengutarakan kesedihan itu dan potret pemakaman kedua orang tua di Instagram pribadinya.

Terlihat hanya ada 3 orang yang berada di pemakaman, Eva Rahmi dan kedua kakaknya.

Mereka hanya megenakan masker sebaagi alat perlindungan diri.

"Mama tersayang.. Izinkan kami bertiga melepas kepergianmu. Ya, hanya kami bertiga, tanpa teman, sodara, tetangga ataupun rekan kerja..”

“Sedih yg teramat sangat tdk bs menghadirkan mereka disini utk melepas kepergianmu.. tapi ini demi kebaikan mereka," tulis Eva Rahmi Salama di akun Instagram pribadinya @evarahmisalama, dikutip TribunJatim.com dari IG.

 
"Mama sudah tenang sekarang tanpa peralatan medis di tubuh mama.. tak terbayangkan penderitaan mama kemarin berjuang sendirian melawan virus jahanam. Semoga itu menjadi penghapus dosa mama selama mama di dunia...aamiin ya Allah ," tambahnya.

Tak disangka, duka itu kembali datang di keluarga Eva lantaran sang ayah yang juga menyusul ibunya.

Kematian ayahanda Eva Rahmi ini juga diduga karena terinfeksi Covid-19 atau virus corona.

"Innalilliahi telah berpulang ke rahmatullah, papa kami tercinta di RS Tarakan pada pukul 15.30. Mohon dimaafkan kesalahan almarhum semasa hidupnya. Semoga Almarhum husnul khotimah," tulis Eva Rahmi.

Postingan Eva mendapat perhatian dan reaksi dari netizen di media sosial.

VIRAL Dokter Nekat Joging di Taman saat Wabah Corona, Arogan Debat dengan Petugas, Lihat Endingnya

Penulis: Ignatia
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved