Pemutihan Kendaraan Bermotor

Pemprov Jatim Putihkan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Tengah Wabah Covid-19

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan kelonggaran dengan membebaskan denda bagi para penunggak pajak kendaraan bermotor di tengah wabah Covid-19.

Pemprov Jatim Putihkan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Tengah Wabah Covid-19
mayang essa/Tribunjatim.com
Kondisi Samsat Ketintang saat Pekan Akhir penutupan program pemutihan pajak kendaraan, Ramai, Surabaya, Senin (9/12/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan kelonggaran dengan membebaskan denda bagi para penunggak pajak kendaraan bermotor di tengah wabah Covid-19.

Pasalnya di tengah pandemi covid-19 ini, ada banyak gerai layanan pembayaran pajak yang sengaja ditutup Pemprov Jatim dalam rangka mengurangi potensi penularan Covid-19.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bapenda Jawa Timur Boedi Prijo Soeprajitno mengatakan bahwa langkan pemutihan pajak ini diberikan sebagai kompensasi karena adanya wabah yang membuat gerai pembayaran tutup dan juga kemungkinan besar terdampaknya masyarakat Jawa Timur dari segi ekonomia.

“Terkait dengan pencegahan Covid-19 aktivitas Bapenda memang ada yang kita tutup sementara. Total ada sebanyak 164 layanan unggulan yang kami tutup. Mulai lahanan pembayaran pajak secara drive samsat keliling hingga yang lain,” kata Boedi TribunJatim.com, Kamis (26/3/2020).

Penutupan sebanyak 164 layanan tersebut sudah dilakukan sejak tanggal 23 Maret 2020 dan dijadwalkan hingga tanggal 29 April 2020 mendatang.

12 Makanan yang Dapat Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Jaga Imunitas Agar Terhindar dari Virus & Bakteri

VIRAL VIDEO Wabup Sidoarjo Makamkan Jenazah Pasien Corona, Penggali Kubur Langsung Pergi dan Mandi

Ibunda Presiden Jokowi Wafat, Wagub Emil Dardak: Di Balik Pria yang Sukses Ada Wanita yang Hebat

Namun bisa saja penutupan tersebut diperpanjang seiring dengan perkembangan wabah covid-19.

Meski banyak layanan yang tutup akan tetapi disampaikan oleh Boedi bahwa beberapa layanan pembayaran induk masih ada yang buka.

Seperti Samsat Induk sebanyak 46 titik masih buka kemudian juga masih ada 12 layanan drive trough dengan jam layanan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Sedangkan untuk hari Jumat buka mulai pukul 07.30 hingga pukul 11.00 WIB.

“Dengan adanya penutupan gerai-gerai kita tentu saat kita buka kembali ada potensi keterlambatan. Maka bagi mereka yang terlambat kita akan bebaskan dendanya, jadi cukup menbayar pokoknya saja,” tegas Boedi TribunJatim.com.

Di sisi lain bagi Samsat Induk yang masih buka layanannya dipastikan tetap menerapkan standar protokol kesehatan di tengah wabah covid-19.

Yakni diterapkannya penyemprotan desinfaktan sebelum layanan buka, kemudian juga disediakan cek suhu badan menggunakan thermal gun, dan menggunakan hand sanitizer.

Lalu setiap petugas layanan juga diminta menggunakan masker dan hand scoon.

“Tapi kami juga menyampaikan terima kasih lada warga masyarakat Jawa Timur yang meski di tengah pandemi covid-19 pembayaran pajak masih berjalan lancar. Terbukti capaian pendapatan kita di triwulan pertama yang ditarget 15 persen justru tercapai dan melebihi target yaitu dengan capaian 22 persen,” tegas Boedi.

Hal ini dikarenakan Pemprov Jatim masih menbuka laganan pembayaran melalui online di e-samsat, di Indomaret, di Alfamart, di Griya Bayar, di Tokopedia dan sejumlah sarana online yang lain.(Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved