Virus Corona di Mojokerto

Dampak Corona, 11 Hari Ditutup Perekonomian Disektor Pariwisata di Mojokerto Lumpuh Total

Perekonomian disektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto lumpuh total akibat merebaknya wabah Pandemi Virus Corona (Covid-19)

Surya/Rorry Nurmawati
Asyiknya para pengunjung saat menikmati Taman Kelinci di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, saat menghabiskan waktu libur akhir pekan, Minggu (5/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Perekonomian disektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto lumpuh total akibat merebaknya wabah Pandemi Virus Corona (Covid-19), menyebabkan 12 objek wisata yang dikelola oleh pemerintah kehilangan pendapatannya senilai Rp 20 juta sampai Rp 30 juta perhari.

Kepala Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) Pemkab Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan sejumlah tempat pariwisata sudah ditutup sementara pada Selasa (17/3/2020) untuk mendukung program pemerintah terkait Social Distancing yakni memutus mata rantai penyeberan Virus Corona yang sudah menyebar secara luas tersebut.

Katanya, rata-rata pendapatan yang diperoleh dari 12 wisata yang dikelola pemerintah dari retribusi tiket masuk mencapai Rp 20 juta hingga Rp 30 juta perhari.

"Kawasan wisata sudah ditutup 11 hari jika ditotal misalnya pendapatannya sekitar Rp 25 juta dikalikan 11 hari yaitu sekitar Rp 275 juta, kita pakai perkiraan perhitungan reguler kalau saat Wekeend bisa lebih daripada itu," ujarnya, Jumat (27/3/2020)

Ia mengatakan, penutupan objek wisata selama ini juga berdampak terhadap kurang lebih 90 pekerja berstatus Pegawai Harian Lepas (PHL) seperti petugas kebersihan yang penghasilan utamanya dari pariwisata tersebut.

Efek Corona, Hotel dan Restoran Sepi, BPC PHRI Mojokerto Minta Ada Kebijakan Penundaan Pajak

Aksi Picik Pria Madura Sebar Video Dewasa Eks Kekasih ke WA, Kecewa Diputus Cinta, Lihat Nasibnya

UPDATE Terbaru Virus Corona di Indonesia: Tambahan 153 Kasus Baru, 87 Pasien Meninggal Dunia

Sebagian mereka juga menggantungkan nasib dengan berjualan atau menyewakan ban dan pakaian di tempat wisata tersebut.

Dampak penutupan objek wisata ini juga berimbas terhadap pelaku usaha kecil menengah mulai dari pedagang makanan dan lainnya yang setiap hari mengais rezeki di dalam maupun di sekitar kawasan pariwisata.

"Perekonomian disektor pariwisata lumpuh dan secara otomatis akan mempengaruhi target pendapatan wisata untuk pendapatan asli daerah akibat dampak merebaknya Covid-19," ungkapnya.

Adapun 12 objek wisata unggulan yang dikelola oleh pemerintah ditutup sementara untuk umum akibat dampak Covid-19    meliputi:

1. Wana wisata Padusan Pacet
2. Kolam atau pemandian air panas.
3. Air Terjun Dlundung
4. Jolotundo
5. Makam Religius Troloyo
6. Museum Trowulan
7. Eko Wisata Desa Tanjungan
8. Ubalan
9. Coban Canggu
10. Candi Bajangratu
11. Candi Brahu
12. Candi Tikus

Masih kata Amat Susilo, sebenarnya teman-teman di sana seperti pengelola pariwisata dan pedagang berharap agar  tempat wisata bisa kembali dibuka secepatnya paling tidak pada Minggu 5 April 2020, saat bersamaan batas waktu berakhirnya perpanjangan belajar di rumah siswa sekolah.

Namun pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak selain menunggu situasi kembali pulih  dan akan kembali membuka tempat wisata di Mojokerto sesuai intruksi dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

"Melihat PDP dan ODP Covid-19 di Mojokerto stabil tapi kita tidak mau ambil resiko membuka tempat pariwisata karena kemungkinan pengunjung dari luar kota juga berpotensi penyebaran jadi lebih baik menunggu kondisi membaik," tandasnya. (Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved