Dinkes Kabupaten Pasuruan Mangkir, Hearing Pembahasan Pemberian Bantuan Sembako Batal

DPRD) Kabupaten Pasuruan Ruslan mengaku sangat kecewa dengan sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan yang tidak hadir dalam hearing, Jumat

Surya/samsul Arifin
Petugas Dinas Kesehatan memberikan materi sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan Ruslan mengaku sangat kecewa dengan sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan yang tidak hadir dalam hearing, Jumat (27/3//2020) pagi.

Sebenarnya, hearing ini dilakukan Komisi IV bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. Hearing ini rencananya dilakukan untuk membahas sejumlah langkah strategis.

Kepada Surya, Ruslan menjelaskan, hearing ini sebenarnya untuk membahas terobosan lain dalam menyikapi kebijakan pemerintah yang menerapkan kebijakan stay at home untuk mempersempit penyebaran COVID-19.

Dikatakan dia, penerapan kebijakan stay at home, mulai bekerja dan belajar harus diimbangi dengan langkah konkret. Artinya, harus ada suplai dari pemerintah minimal berupa sembako atau bentuk lainnya agar tidak menjadi permasalahan baru.

"Bagi orang yang mohon maaf , ekonominya mampu tidak menjadi masalah. Tapi bagi yang mohon maaf ekonominya kurang mampu, kebijakan tetap di rumah ini menjadi masalah besar. Mereka mau makan apa kalau tidak bekerja," kata Ruslan.

Maka dari itu, kata Ruslan, pihaknya sedang menyiapkan formula untuk memecahkan permasalahan itu. Kata dia, formulanya sudah ada, namun perlu ada koordinasi dan kajian lebih lanjut yang dibahas bersama dengan OPD terkait, termasuk Dinkes dan Dinsos hari ini.

4 Ruas Jalan di Sidoarjo Ditutup untuk Physical Distancing, Cek Jadwalnya, Berlaku Mulai Hari Ini!

Bujang dan Wanita di Blitar Keluyuran saat Wabah Corona, Gugup Ketemu Polisi, Tak Tahunya Bawa Pil

Dampak Virus Corona, Ponpes Tambak Beras dan Tebuireng Jombang Pulangkan Seluruh Santrinya

"Kok justru tidak datang. Padahal ini menurut saya lebih daripada urgent. Artinya, kebijakan ini sangat penting sekali karena berkaitan dengan hajat orang banyak sekali," tambah dia.

Ruslan menuturkan, hearing sementata ditunda. Ia merencanakan akan menjadwal ulang pertemuan ini. Jika tidak ada hambatan, ia akan mengagendakan ulang hearing ini senin mendatang. Ia sangat berharap Dinkes datang dalam hearing ini.

"Saya juga tidak tahu apa alasannya. Sampai siang ini tidak ada konfirmasi ke saya, saya juga tidak mendapatkan pemberitahuan resmi atau tidak resmi. Padahal, kami juga kirimkan undangan resmi," papar dia.

Dia mengatakan, formula yang sedang disiapkan adalah pembagian sembako. Jadi, paket sembako akan dibagikan ke masyarakat yang tidak mampu di Pasuruan agar mereka tidak perlu bekerja, dan siap mengikuti kebijakan pemerintah untuk stay at home.

Minimal, kata dia, mengurangi resiko orang bekerja karena bahan dasar kebutuhan untuk makan keluarganya sudah mendapatkan suplai bantuan dari pemerintah.

"Untuk besarannya sedang kami kaji. Cuma perkiraan kasar kami, masing - masing keluarga akan mendapatkan paket sembako dengan kisaran harga Rp 150 ribu - Rp 200 ribu. Itu estimasi, paket sembako bisa cukup untuk satu bulan," tambahnya.

Menurut dia, belum ditentukan isi paket sembako ini. Tapi, kemungkinan besar sama dengan pada umumnya, seperti beras, minyak, gula, telor dan kebutuhan lainnya. "Nanti akan bahas lengkap hari senin besok kalau Dinkes dan Dinsos hadir dalam hearing," tambah dia.

Ia juga mengaku terkejut saat mendapatkan data dari Dinsos terkait masyarakat yang tidak mampu di Kabupaten Pasuruan. Dari data yang ada, sekitar 645 ribu masyarakat di Kabupaten Pasuruan dinyatakan tidak mampu.

"Nanti senin kami juga akan membahas anggaran yang bisa digeser dan dialokasikan sementara untuk memberikan suplai sembako ke masyarakat yang tidak mampu ini," pungkas dia. (lih)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved