Virus Corona di Indonesia

Industri F&B Terkena Dampak Virus Corona, Pendapatan Harian Industri Ritel Terjun Bebas

Berdasarkan data internal Moka, total penjualan masker wajah di bulan Januari meningkat dua kali lipat dikarenakan penyebaran COVID-19 ini.

TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
UMKM Kartini Muda Dolly Fashion saat melakukan proses pembuatan masker berbahan kain, Rabu (25/3/2020) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Moka, startup penyedia layanan kasir digital untuk lebih dari 30.000 merchant di Indonesia, memberikan catatannya terkait imbas penyebaran Novel Coronavirus atau COVID-19 sejak akhir 2019 lalu. Banyak industri yang terkena imbasnya, termasuk industri F&B, jasa, dan ritel.

Berdasarkan data internal Moka, total penjualan masker wajah di bulan Januari meningkat dua kali lipat dikarenakan penyebaran COVID-19 ini.

"Tidak heran, karena masker wajah dinilai dapat mencegah droplets yang merupakan alat transmisi dari virus itu sendiri agar tidak masuk ke hidung dan mulut," tulis Moka dalam rilis yang diterima Kamis (26/3/2020).

Tetapi di bulan Februari, banyak instansi, salah satunya adalah WHO mengeluarkan pernyataan bahwa akan lebih efektif jika penggunaan masker wajah dikombinasikan dengan mencuci tangan secara reguler dengan air, sabun, dan cairan yang mengandung alkohol, termasuk hand sanitizer.

Hal ini menyebabkan hand sanitizer banyak dicari orang dan penjualannya meningkat sebesar 209 persen di bulan Februari.

Bocor Percakapan Tak Terekspos Menhan Prabowo & Ajudan Soal Corona, Ada 1 Hal Tak Dilakukan Jokowi

Penyesalan Terbesar Kaesang Setelah Ibunda Joko Widodo Meninggal: Belum Sempat Kirimin Ini ke Eyang

Modus Pria Lamongan Tega Cabuli 6 Siswa Terkuak, Memori Kelam Saat Kecil Munculkan Dendam Bejat

Selain melonjaknya penjualan masker dan hand sanitizer, dampak lain yang paling terasa adalah penurunan pendapatan harian pada industri F&B, jasa, dan ritel.

Untuk mengetahui dampak nyatanya, Moka melakukan observasi di 17 kota di Indonesia, terkonsentrasi di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, dan Bali.

Berdasarkan data internal Moka, untuk industri F&B, dari 17 kota yang diobservasi, sebanyak 13 kota mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan.

Dengan total 13 kota terdampak dari 17 kota yang diobservasi, industri F&B merupakan industri yang paling terdampak akibat dari penyebaran COVID-19.

Bali dan Surabaya merupakan dua kota yang mengalami penurunan pendapatan harian yang paling signifikan dibandingkan dengan kota lain dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 18 persen untuk Bali dan 26 persen untuk Surabaya.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved