Virus Corona di Surabaya

Rapid Test Dilakukan untuk ASN Pemprov Jatim, Hasilnya Negatif

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan rapid test Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Peragaan penggunaan alat rapid test bersama Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat distribusi 18.400 alat rapid test ke rumah sakit rujukan Corona di Jawa Timur, Kamis (26/3/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan rapid test Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim.

Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi mengatakan dari hasil rapid test tersebut sampai Minggu (29/3/2020) tidak ada yang menunjukkan hasil positif Covid-19.

"Sebagai besar (ASN) sudah (rapid test), sampai saat ini tidak ada hasil positif," ucap Joni, Minggu (29/3/2020).

Joni menejelaskan sebagian besar ASN Pemprov Jawa Timur berada di Kota Surabaya yang mana sudah masuk Zona Merah Covid-19.

Bahkan di Jawa Timur Kota Surabaya menjadi daerah yang terbanyak menyumbangkan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur dengan jumlah 41 orang per hari Minggu (29/3/2020).

"Rapid test target utamanya untuk orang yang beresiko tinggi. Kita tahu Surabaya sudah masuk zona merah, dan (ASN) ini adalah orang-orang yang  beresiko tinggi," lanjutnya.

Bupati Tulungagung Membenarkan Satu Warganya Positif Covid-19, Sekarang Sudah Sembuh

Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Anas Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Jajakan Pemandu Lagu dan Sexy Dancer Surabaya Rp 3 Juta, Jaringan Prostitusi Online via WA Dibongkar

Selain ASN, Joni yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD dr Soetomo ini menyebutkan tenaga medis juga menjadi prioritas utama dilakukan rapid test karena juga termasuk orang yang beresiko tinggi terpapar Virus Corona.

Seperti diketahui sebanyak 18.400 alat rapid test sudah disebar ke daerah baik rumah sakit maupun dinas kesehatan. 

Mulai Sabtu (28/3/2020) tes cepat berupa screening deteksi Covid-19 itu dilakukan dengan prioritas para tenaga kesehatan, yang merawat langsung pasien positif Covid-19 dan juga PDP serta ODP. 

Hasilnya, dikatakan Joni seluruh tenaga kesehatan yang menangani pasien dan berisiko tinggi semuanya negatif Covid-19.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved