Virus Corona di Kota Batu

Mulai Jumat, Petugas Gabungan Bakal Periksa Setiap Orang yang akan Masuk Kota Batu

Kapolres Batu menegaskan, pihaknya tidak melakukan karantina wilayah. Petugas hanya melakukan pemeriksaan ketat.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan physical distancing dan pemeriksaan kesehatan, Maret 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Polres Batu akan memeriksa kesehatan setiap orang yang akan masuk ke Kota Batu.

Polres Batu akan membuat posko pemantauan di Songgoriti dan Pendem.

Pemeriksaan itu mulai dilaksanakan pada Jumat (3/4/2020) mendatang.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, menjelaskan, di simpang tiga Pendem akan ada pengawasan secara ketat.

Satgas Penanganan Covid-19 Akui Ada Warga Tulungagung Positif Virus Corona di Kota Batu

Felipe Americo Ungkap Kondisi Empat Penjaga Gawang Arema FC selama Libur Kompetisi Liga 1 2020

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Linmas, akan berada di sana untuk bersama-sama mengawasi.

"Kendaraan apapun akan kami berhentikan, kami lakukan pemeriksaan screening dengan thermal gun, apabila didapati warga yang kurang sehat, nanti kami tindak lanjuti menghubungi Dinkes. Akan kami tempatkan personel gabungan," terangnya, Senin (30/3/2020).

AKBP Harviadhi Agung Prathama menegaskan kalau pihaknya tidak melakukan karantina wilayah.

Petugas hanya melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap orang yang akan masuk ke Kota Batu.

Menurut AKBP Harviadhi Agung Prathama, hal itu penting sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Batu.

ODR Covid-19 di Kota Malang Bertambah, Pemkot akan Terapkan Physical Distancing di Tempat Ibadah

Polresta Malang Kota Siap Awasi Bantuan Sosial Terdampak Covid-19, Tetap Kedepankan Peran Tugas APIP

"Kami tidak melakukan karantina wilayah dan tidak menutup akses masuk. Setiap orang yang keluar masuk Batu harus dalam kondisi sehat. Kalau kurang sehat ada treatment," ungkapnya.

AKBP Harviadhi Agung Prathama juga menerangkan, kawasan physical distancing akan diperluas.

Jika sebelumnya berlaku di Jalan Sultan Agung, kali ini diperluas ke kawasan di sekitar Alun-alun Batu.

Wali Kota Sutiaji Perbolehkan Mahasiswa di Kota Malang untuk Mudik ke Kampung Halaman

Virus Corona Meluas hingga Jadwal Liga 1 2020 Tak Pasti, Arema FC Batalkan Rencana TC ke Kota Batu

Waktu yang digunakan untuk physical distancing juga bertambah, tidak hanya Sabtu dan Minggu saja. Kali ini dimulai sejak Jumat, sehingga pelaksanaannya selama tiga hari.

"Kemudian untuk waktunya sejak Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, malam hari mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, untuk kawasan perumahan kami berlakukan physical diatancing juga," tegas AKBP Harviadhi Agung Prathama.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved