Virus Corona di Surabaya

Pasar Wonokromo Surabaya Sepi Gegara Corona, Pengunjung Prihatin Pada Pedagang: Kasihan

Pasar Wonokromo Surabaya sepi semenjak virus Corona mewabah. Pengunjung yang datang mengaku prihatin pada pedagang.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Eva Zulfa, pembeli di Pasar Wonokromo saat belanja kebutuhan pokok, Senin (23/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Imbauan physical distancing di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 berdampak pada trafik pengunjung pasar tradisional di Surabaya.

Satu di antaranya seperti yang terjadi Pasar Wonokromo Surabaya.

Berdasarkan pantauan TribunJatim.com, Rabu (1/4/2020) tampak suasana pasar tidak seramai biasanya, hanya terlihat beberapa pembeli saja yang datang.

Prediksi Wabah Virus Corona Berakhir di Indonesia menurut Pakar Statistik, Hasilnya Optimistis

Santi Nangis Memohon-mohon Lihat Kelakuan Denny Cagur Sang Suami: Udah Kesel Banget Sumpah

Seorang pembeli, Ardi Wira (31) warga asli Ketintang Surabaya mengaku datang ke Pasar Wonokromo setelah mendapati info pasar yang sepi sejak adanya imbauan 'di rumah saja'.

"Wabah Corona ini bahaya sekali, apalagi penyebarannya sangat cepat jika berkerumun di tempat-tempat yang memang ramai seperti pasar, namun karena pasar di sini mulai sepi justru hal ini yang membuat saya berani ke sini, apalagi kebituhan bahan pokok dirumah saya juga sudah mulai habis," kata Ardi kepada TribunJatim.com di Pasar Wonokromo Surabaya, Rabu (1/4/2020).

Pasien Covid-19 di Sidoarjo Terus Bertambah, Dalam Waktu Dekat Bakal Ada Tambahan 38 Ruang Isolasi

Di Tengah Libur Kompetisi, Pemain PSG Gresik Arif Suyono Habiskan Waktu Bersama Keluarga di Rumah

Hal yang sama juga dikatakan Endang Sumarni (48), pembeli lainnya.

Dikatakan Endang, ia datang ke pasar karena sebelumnya sudah menghubungi langganan pedagang bumbu dapur di pasar ini dan dapat info pasar sepi.

"Karena dapat info dari pedagang bumbu dapur langganan saya bahwa pasar sepi maka saya baru berani ke sini, kalau ramai ya tidak berani, takut kena virus Corona," ujar Endang.

Cegah Penyebaran Virus Corona, 14 Napi di LP Kelas II B Blitar Dibebaskan Lebih Cepat

Terkait virus Corona, Endang yang merupakan warga Surabaya yang berprofesi sebagai seorang penjual makanan di salah satu Universitas Negeri yang ada di Surabaya berharap agar wabah virus Corona bisa segera berakhir.

"Jika tak cepat berakhir, pedagang di pasar kasihan, karena bahan pangan yang dibeli dari tengkulaknya harganya naik semua, belum lagi pasar juga sepi karena banyak warga yang nggak berani datang ke pasar," kata Endang.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved