Virus Corona di Surabaya

Pemilik Usaha di Surabaya Merugi hingga 70 Persen, Imbas Covid-19 dan Penutupan Jalan Darmo

Seorang pemilik usaha di Jalan Darmo Surabaya, Wahyu Darmawan, mengaku merasakan sendiri dampak physical distancing dan penutupan jalan.

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Physical distancing di Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan Surabaya berimbas pada usaha toko dan kedai. Satu di antaranya Kedai Ketan Punel di seberang Taman Bungkul yang ditutup, Rabu (1/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penutupan dua jalan utama di Kota Surabaya untuk physical distancing tak hanya berdampak pada arus lalu lintas di Kota Pahlawan.

Sebab, beberapa pemilik usaha di Jalan Darmo Surabaya juga terkena dampak penutupan terjadwal itu.

Seperti diketahui, hingga dua pekan ke depan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan Surabaya dilakukan penutupan terjadwal.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya physical distancing guna memutus rantai persebaran virus Corona (Covid-19) di Surabaya.

BREAKING NEWS: Unair Surabaya Temukan Lima Jenis Senyawa Bakal Obat Virus Corona, Daya Ikat Kuat

Imbas Covid-19, Rencana Puslatcab KONI Surabaya Jelang Porprov 2021 Tunggu Situasi Reda

Seorang pemilik usaha di Jalan Darmo, Wahyu Darmawan, mengaku merasakan sendiri dampak dari hal itu.

Kedai ketan punel tempat usahanya untuk sementara ini dia tutup, padahal usahanya ini, merupakan satu-satunya sumber pemasukannya sehari-hari.

"Jadi saya tutup dulu," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2020).

Bukan tanpa alasan dia menutup kedai yang sudah lima tahun dia dirikan.

Selain karena penutupan Jalan Darmo itu, dia juga mempertimbangkan alasan lain.

Halaman
12
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved