Masykur Hasyim Politisi PPP Meninggal

Gubernur Khofifah Kenang Sosok Almarhum Masykur Hasyim: Beliau Guru Organisasi dan Politik Saya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berduka atas meninggalnya KH Masykur Hasyim. Kenang sosok almarhum sebagai guru organisasi dan politik.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Arumi Bachsin saat pemakaman KH Masykur Hasyim, Kamis (2/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merasa kehilangan atas wafatnya politisi senior PPP, KH Masykur Hasyim yang tidak lain adalah kakak iparnya.

Khofifah menceritakan bahwa Masykur Hasyim berperan besar dalam membangun pondasi ilmu organisasi dan politik serta pemikiran kebangsaannya.

Al Ghazali Bakal Nikah Muda sama Alyssa Daguise, Calon Besan Ahmad Dhani & Maia Ternyata CEO Sukses

Waktu Terbaik Berjemur di Bawah Sinar Matahari Ternyata Bukan Pagi Hari, Simak 5 Manfaatnya!

Pengalaman organisasi pertama Khofifah adalah saat SD kelas 3 ia menjadi bendahara kelompok berzanji di Wonocolo Surabaya. Lalu ia menjadi Ketua IPPNU Surabaya saat kelas 3 SMA.

"Sampailah kemudian saya diminta untuk masuk FISIP Unair, padahal saya keterima PMDK di jalur eksak, IPA. Tapi beliau (Masykur Hasyim) merekomendasikan ambil di FISIP Unair, jadilah saya masuk FISIP UNAIR," ucap Khofifah saat ditemui usai pemakaman, Kamis (2/4/2020).

HOAKS 5 Warga Kampung Malang Surabaya Positif Covid-19, Kapolsek Tegalsari: Itu Digigit Anjing

Bahas Penanganan Corona, Gerindra Jatim Gelar Rakorda secara Daring

Mantan Menteri Sosial ini juga menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi Ketua Cabang PMII Surabaya padahal saat itu dirinya masih mahasiswa semester 5, juga tidak lepas dari bimbingan Masykur Hasyim.

"Saya sering diajak diskusi beliau juga sampai jam dua dini hari dengan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), karena waktu itu beliau jadi Ketua Ansor Jatim. Saya bisa bertemu dengan tokoh-tokoh nasional juga beliau yang mengantar," lanjutnya.

Mengenali pemikiran kebangsaan, ruang itu akab menjadi peluang baik tapi akan menjadi biasa saja jika kita tidak memaksimalkan proses interaksi yang bisa didapatkan

"Dalam banyak hal beliaulah yang menuntun saya di organisasi dan mengenalkan ke dunia politik," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved