Virus Corona di Kota Batu

Alumni SMA N 1 Kota Batu Bagikan APD ke RS dan Puskesmas

Alumnus SMAN 1 Batu merespon kurangnya alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan oleh rumah sakit maupun puskesmas yang ada di Kota Batu

istimewa
Pembagian APD oleh alumnus SMA N 1 Batu kepada petugas medis. 

 TRIBUNJATIM.COM, BATU - Alumnus SMAN 1 Batu merespon kurangnya alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan oleh rumah sakit maupun puskesmas yang ada di Kota Batu guna mencegah penyebebaran virus Corona atau Covid-19.

Para alumni ini kemudian melakukan gerakan sosial dengan membagikan 289 coverall gown atau jumpsuit dan alat pelindung diri (APD). APD disalurkan ke sembilan RS dan tiga Puskesmas yang ada di Kota Batu.

Muhammad Anwar selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah para alumnus SMAN 1 Batu angkatan 2003 untuk berperan serta membantu para tenaga medis agar memiliki perlengakapan yang aman saat bertugas.

Anwar sendiri menyadari bahwa kebuthan akan APD tidak hanya terjadi di Kota Batu, melainkan juga di beberapa tempat lainnya.

"Sampai hari ini sudah 289 jumpsuit, 10 dus handscoon, dan 4 kotak masker yang sudah kami berikan. Pemberian bantuan masih akan terus berlanjut," ujar Anwar, Kamis (2/4/2020).

APD yang telah disalurkan ke rumah sakit Karsa Husada sebanyak 29 buah. Kemudian ke RS Punten sebanyak 20 buah, 20 buah ke RS Haji, 20 buah ke RSI Unisma, 20 buah ke RS Etty Asharto, 20 buah ke RS Baptis, 20 buah RS Bhayangkara, dan 20 buah RS Pujon.

Kemudian untuk Puskesmas Beji sebanyak 20 buah, Puskesmas Batu sebanyak 20 buah, dan Puskesmas Bumiaji sebanyak 25 buah. Sebelumnya, para alumni melakukan iuran.

PCNU Kabupaten Malang Sampaikan Panduan Salat Jumat Kala Wabah Corona Melanda

Cegah Penyebaran Covid-19, 307 Pemukiman Jatim Dijaga TNI/Polri

Kesaksian Tamu Pernikahan Viral Kapolsek saat Corona, 1 Hal Tak Diketahui Publik: Tidak Bersentuhan

Dana yang terkumpul dari iuran tersebut mencapai Rp 30 juta. Dana tersebut digunakan untuk memesan APD ke penjahit. Rencananya pihaknya masih akan memberikan sekitar 200 hingga 250 APD.

Anwat berharap, APD yang lebih ideal bisa diberikan oleh pemerintah. Gerakan sosial yang dilakukan adalah upaya untuk mengurangi risiko kerja para pekerja medis yang berjuang menyembuhkan pasien. Pasalnya, mereka sangat berpotensi tertular.

Pihaknya sampai saat ini masih membuka donasi bagi masyarakat umum melalui Wido selaku nara hubung yang dapat dihubungi ke nomor 085854803000. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved