Jaksa Masuk Sekolah Edukasi Siswa Surabaya Soal Bahaya Radikalisme hingga Pencegahan Covid-19

Program Jaksa Masuk Sekolah Kejari Surabaya beri edukasi ke siswa terkait bahaya radikalisme hingga pencegahan Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Program v-JMS yang menggandeng pelajar dari SMP 22 Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kegiatan belajar mengajar kini beralih ke sistem daring atau online selama pandemi virus Corona menjangkit Indonesia. 

Meski begitu, tak menutup program edukasi dari Kejari Surabaya.

Kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) digelar secara teleconfrence. 

Kedatangan Pemudik ke Pamekasan di Tengah Pandemi Corona Bakal Dipantau Ketat Tim Satgas Covid-19 

"Terinspirasi dari sistem sidang online yang telah berjalan, maka bisa kita modifikasi untuk pelaksanaan Virtual JMS (v-JMS), toh aplikasinya sudah ada di kami dan bisa didownload serta mudah dipergunakan semua orang, apalagi anak anak sekolah di Surabaya sudah melaksanakan pembelajaran secara elektronik," ujar Kasi Intelijen Kejari Surabaya Fathur Rohman, Jumat, (3/4/2020). 

Sistem v-JMS tersebut, terang Fathur, dilakukan setelah mengikuti banyaknya pemberitaan berita di media cetak maupun elektronik tentang kejadian anak-anak sekolah yang SFH (schoool from home) bukanya belajar di rumah tetapi nongkrong nonkrong di cafe maupun tempat lainya.

"Dari kondisi tersebut, maka perlu segera dilakukan sosialisasi terkait radikalisme dan ketaatan untuk sosial distancing terhadap anak-anak sekolah, tetapi tidak mungkin mengumpulkan anak anak tersebut secara fisik dalam satu ruangan. Sehingga kami membuat ide v-JMS yang didukung oleh Pak Kajari Surabaya," jelasnya. 

Al Ghazali Bakal Nikah Muda sama Alyssa Daguise, Calon Besan Ahmad Dhani & Maia Ternyata CEO Sukses

Curhat Spontan Anak Mulan Jameela Soal Nasib di Sekolah, Ahmad Dhani Teriak, Safeea: Dijauhi Teman

Ide v-JMS tersebut akhirnya terealisasi pelaksanaanya yang menggandeng SMP Negeri 22 Surabaya.

Uji coba v-JMS tersebut disambut antusias oleh para pelajar saat Kajari Surabaya Anton Delianto menyampaikan materi tentang radikalisme dan anjuran presiden terkait pencegahan penyebaran Covid-19 (pasal 218 KUHP, 216 KUHP, 212 KUHP dan UU no.6 tahun 2018 tentang karantina wilayah).

"Penyampaian materi langsung disampaikan Pak Kajari dari ruang kerjanya dan Alhamdulillah anak-anak antusias untuk mengikuti v-JMS yang digelar pada Kamis tanggal 3 kemarin, mulai pukul 09.00 sampai pukul 10.30 WIB," tandasnya.

97 Warga Jatim Terdeteksi Positif Covid-19 di Rapid Test Corona Massal, 16 di Antaranya Tenaga Medis

Menurutnya, kegiatan v-JMS tersebut akan dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah di Surabaya.

"Ini belum selesai, Untuk selanjutnya kami akan melakukan v JMS dengan sekolah-sekolah lain dalam waktu dekat," pungkasnya.

Penulis: Syamsul Arifin

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved