Virus Corona di Surabaya

Omzet Turun, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surbaya Bagikan Sembako Gratis ke Pemilik Warkop

Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Dandim Surabaya Utara memberikan tali asih berupa sembako kepada para penjual warkop dan pekerja lapangan terdampak

Surya/Firman Rachmanudin
Kapolres Pelabuhan tanjung Perak, AKBP Ganis Setyoningrum dan Dandim Surabaya Timur Kolonel Inf Agus Faridianto membagikan sembako gratis kepada masyarakat membutuhkan ditengah wabah. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dampak wabah virus Corona atau Covid-19 di Surabaya terus dirasakan berbagai kalangan terutama para pemilik warung kopi yang omset pendapatannya menurun drastis.

Melihat hal itu, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Dandim Surabaya Utara memberikan tali asih berupa sembako kepada para penjual warkop dan pekerja lapangan terdampak, Jumat (3/4/2020).

Setidaknya 500 paket sembako yang berisi beras 1 kiliogram, tepung terigu, minyak Gula dan teh dibagikan ke lima kecamatan wilayah hukum polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap dampak yang terjadi akibat virus Covid 19. Para pekerja lapangan dan warkop mengalami penurunan pendapatan karena memang kondiainya seperti ini," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, Jumat (3/4/2020).

Ganis menambahkan jika tali asih ini akan dilakukan secara berkala dengan menyasar penjual warkop ataupun pekerja di lapangan yang terdampak ekonominya karena wabah virus Corona atau Covid -19 ini.

Modus Licik 2 Pria Surabaya Ini Raup Uang untuk Miras, Ngaku Berutang Rokok, Rampas HP & Kartu ATM

Polresta Malang Kota Berikan Pangkat Pengabdian kepada Tiga Anggotanya

Prediksi Tanggal Para Ilmuwan Soal Penyebaran Virus Corona di Indonesia, April-Mei Badai Puncaknya

"Insjalloh akan kami lakukan berkala nantinya. Yang pasti polisi dan TNI hadir ditengah masyarakat sebagai bentuk perhatian dan pelayanan prima," tandasnya kepada Tribunjatim.com.

Bagas Santoso,salah satu pemilik warkop mengatakan mengalami.penuruna omset hingga 80% dari biasanya karena wabah ini.

"Lihat di TV dan anjuran pemerintah memang disuruh dirumah saja. Nah pelanggan biasanya kan nongkrong sampai pagi. Tapi karena wabah ini jadi tidak ada yang berani. Ada pun nanti akan diimbau untuk pulang. Otomatis penghasilan menurun," kata Bagas.

Mendapat perhatian kepolisian dan TNI, Bagas mengaku berterimakasih. Ditambah imbauan warkopnya tetap boleh buka asal menerapkan physical distancing bagi setiap pengunjung atau take away.

"Ya tetep boleh buka asal menerapkan physical distancing, selain itu juga mengutamakan yang bungkus dirumah sesuai arahan bu kapolres. Terimakasih juga sudah diber sembako gratis," tandas Bagas. (Firman)

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved