Virus Corona di Kota Mojokerto

Pemkot Mojokerto Gelontorkan Dana Rp 21 Miliar Untuk Pencegahan dan Penanganan Covid-19

Pemerintah Kota Mojokerto akan menggelontor dana senilai Rp 21 miliar untuk memenuhi kebutuhan belanja pencegahan dan penanganan virus Corona

mohammad romadoni/surya
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria saat meninjau fasiltas posko tanggap darurat penanganan dan pencegahan Covid-19 di kelurahan Kota Mojokerto, Sabtu (4/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto akan menggelontor dana senilai Rp 21 miliar untuk memenuhi kebutuhan belanja pencegahan dan penanganan virus Corona atau Covid-19.

Dana yang dipakai untuk penanganan Covid-19 itu bersumber dari dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dana Intensif Daerah (DID), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik/bantuan operasional kesehatan dan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Rencananya, dana tersebut juga akan digunakan untuk penanganan pemulihan pasca berakhirnya Pandemi virus Corona atau Covid-19 ini.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan sesuai pemetaan dana ini akan diprioritaskan untuk tiga pos yaitu Dinas Kesehatan, RSUD dan Dinas Sosial untuk mengantipasi pencegahanvirus Corona atau Covid-19 di Kota Mojokerto.

"Sesuai pemetaan mulai dari kegiatan perencanaan sampai nanti pemulihan senilai Rp 21 miliar," ujarnya kepada Tribunjatim.com, Sabtu (4/4/2020).

Ning Ita mengatakan alokasi dana tersebut akan digunakan sesuai pemetaan rencana kebutuhan belanja pencegahan dan penanganan virus Corona atau Covid-19 di Kota Mojokerto.

Ada tiga pos yaitu m Dinas Kesehatan Kota Mojokerto senilai Rp 4.100.147.355, RSUD Rp. 5.450.640.800 dan Dinas Sosial Kota Mojokerto senilai 12.050.000.000 dan jumlah total sekitar Rp.21.600.788.155.00.

Aksi Garda Covid-19 Menyalurkan Bantuan APD ke IGD RSUD Dr Soetomo Surabaya

Pandemi Corona di Gresik Terus Bertambah, Pulau Bawean Pekan Depan Karantina Wilayah

UPDATE CORONA di Jatim Sabtu 4 April, Surabaya Bertambah 33, Lonjakan Pasien di Lamongan

"Jadi kita bagi ada tiga pos pemetaan yakni Dinas Kesehatan, RSUD dan Dinas Sosial sebagai upaya kesiapan antisipasi pencegahan dan penanganan virus Corona atau Covid-19 maupun pasca pemulihan nanti," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Pemkot Mojokerto, lanjut Ning Ita, pihaknya akan menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) sesuai arahan dari pemerintah pusat terkait menjelang Ramadan dan mudik lebaran 2020.

"Kami mengimbau masyarakat Kota Mojokerto agar tetap berada di rumah dan tidak pergi ke luar kota apalagi mudik ke daerah termasuk ke wilayah zona merah Covid-19," tegasnya.

Ditambahkannya, pihaknya telah berupaya maksimal untuk menangani dan melakukan pencegahan sedini mungkin potensi penyebaran Virus Corona tersebut. Selain itu,
Pemkot bersinergi dengan Kepolisian untuk menyediakan puluhan pos skrining dan bilik disinfektan di pintu masuk utama Kota Mojokerto seperti di terminal, stasiun, pintu tol dan lainnya.

"Informasi terkait Covid-19 di update setiap hari oleh posko tanggap darurat di Pemkot Mojokerto kini berpusat di Polresta Mojokerto," tandasnya. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved