Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik saat Wabah Covid-19, PWNU Jatim: Aparat Jangan Terlalu Kaku

PWNU Jatim menilai, seseorang dikatakan haram untuk mudik jika orang tersebut membahayakan keselamatan dirinya dan juga orang lain.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar saat ditemui di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Presiden RI, Maruf Amin, meminta Majelis Ulama Indonesia atau MUI membuat fatwa haram mudik saat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Permintaan Maruf Amin tersebut menimbulkan banyak reaksi, baik pro maupun kontra, termasuk dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim).

PWNU Jatim menilai, seseorang dikatakan haram untuk mudik jika orang tersebut membahayakan keselamatan dirinya sendiri dan juga membahayakan orang lain.

Gelar Istigasah Online, PWNU Jatim Ajak Masyarakat Doa Bersama untuk Keselamatan dari Virus Corona

Imbas Covid-19, Pasar Hewan di Jember Tutup Sementara, Pedagang yang Nekat Berjualan akan Dibubarkan

"Haram itu yang menimbulkan bahaya bagi dirinya atau orang lain, bagi dirinya ketika dia akan mudik ke desa yang sudah terpapar. Kalau membahayakan orang lain itu dia terpapar tapi menuju desa yang aman," ucap Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar, Sabtu (4/4/2020).

KH Marzuki Mustamar menjelaskan, pada prinsipnya PWNU Jatim mendukung semua upaya pemerintah untuk membatasi penularan virus Corona, namun ia meminta penerapan pembatasan tersebut janganlah terlalu kaku.

"Saya setuju, tapi kita bukan India, Pakistan. Aparat atau siapapun jangan kaku-kaku. Karena tidak semua orang Jakarta terkena virus, tidak semua orang Jakarta kelurahannya dekat dengan orang terpapar," lanjutnya.

Selian itu, banyak juga pemudik yang mempunyai kepentingan mendesak, misalnya orang tua di desa sakit, atau ada kerabat yang meninggal, dan urusan lain yang tidak bisa ditahan.

Berstatus PDP Virus Corona, Kepala Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Pemprov Jatim Siapkan Rp 2,384 Triliun untuk Penanganan Covid-19, Prioritaskan Masyarakat Perkotaan

Namun begitu, Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang ini meminta semua pemudik harus mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan.

"Jadi harus selektif, kalau benar-benar aman setelah diperiksa dan punya kepentingan mendesak mohon aparat tidak menghalangi," lanjutnya.

Sedangkan untuk masyarakat yang ingin mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, KH Marzuki mengajak untuk bersabar terlebih dahulu.

"Kita lihat, bergantung dengan situasi, kalau menjelang akhir Ramadan (pandemi Virus Corona) sudah mereda, tolong aturan mudik ini dilonggarkan," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Antisipasi Corona Jelang Ramadan, Polresta Sidoarjo Dirikan Posko Mudik Plus Pelayanan Covid-19

Virus Corona Mewabah, Ponpes An-Nur 1 Malang Izinkan Santrinya Pulang, Sudah sejak Pekan Lalu

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved