Virus Corona di Tulungagung

Cerita Perajin Thethek Molek Penolak Pagebluk, Ketika Wabah Corona Justru Jadi Berkah, Banjir Order

Inilah cerita perajin thethek molek penolak pagebluk ketika wabah Corona justru jadi berkah.

SURYA/DAVID YOHANES
Sutrisno (48) menjemur bangkok kelapa atau thethek molek yang seusai dilukis. 

Sementara Vemas Fahriyansah (17), anak ke-2 Sutrisno mengatakan, proses pelukisan pertama kali adalah melapisi dasar dengan cat putih.

Setelah itu dikeringkan sekitar lima menit, barulah bongkok mulai dilukis.

DATA TERBARU Peta Sebaran Covid-19 di Pamekasan, Kecamatan Larangan dan Pademawu Masuk Zona Merah

Satu thethek molek butuh pengerjaan sekitar satu jam, termasuk proses penjemuran untuk mengeringkan cat akhir.

“Kesulitannya tidak ada. Hanya butuh imajinasi untuk membuat karakter yang seram,” ucap Vemas.

Vemas juga melayani pesanan lukisan karakter. Kebanyakan pesanan khusus ini meminta karakter yang paling seram.

Namun ada pula yang meminta karakter perempuan berwajah seram.

Penulis: David Yohanes

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: David Yohanes
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved