Berita Persebaya Surabaya

Persebaya Ikuti PSSI Soal Pembayaran Gaji 25 Persen Selama Jeda Kompetisi, 'Ini Masa Sulit Semuanya'

Persebaya Surabaya menegaskan bahwa pihaknya mengikuti anjuran dari PSSI, termasuk soal pembayaran gaji 25 persen selama kompetisi ditangguhkan.

SURYA/TAUFIQUR ROHMAN
Sekretaris Persebaya Surabaya, Ram Surahman saat wawancara dengan awak media seusai ikuti rapat koordinasi dengan Dispora Surabaya Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya menegaskan bahwa pihaknya mengikuti anjuran dari PSSI soal dibolehkannya klub peserta Liga 1 2020 melakukan ubahan kontrak di tengah pemberhentian sementara kompetisi.

Pasalnya, PSSI menangguhkan Liga 1 hingga 29 Mei, imbas dari sebaran virus Corona atau Covid-19 yang semakin meluas. 

Nominal Arisan Muzdalifah dan Geng Sosialitanya Bikin Nia Ramadhani Melongo: Terlalu Berat Buat Aku!

Perlakuan Beda Drastis Al, El, Dul ke Irwan Mussry & Mulan Jameela, Istri Ahmad Dhani Dipanggil Gini

Atas keputusan itu pula, klub diperbolehkan melakukan ubahan kontrak dengan pemain, pelatih, juga ofisial dengan maksimal gaji 25 persen di bulan Maret hingga Juni dari kontrak awal.

"Persebaya ini kan anggota dari PSSI. Ini dibilang tidak mengenakkan, pasti semua juga sama termasuk juga buat pemain, makanya kami berbicara dengan pemain, ayo kita definisikan kondisi saat ini," terang sekretaris Persebaya, Ram Surahman, Minggu (5/4/2020).

Terekspos Gaya Krisdayanti Bersih-bersih Rumah Mewahnya, Cetar saat Semprot Disinfektan ke Tangga

Persebaya Tak Mau Berandai-andai Soal Keberlanjutan Liga 1 2020: Keselamatan di Atas Segalanya

Dengan upaya itu, Ram berharap nantinya situasi ini dipandang tidak hanya satu sisi dari kacamata manajemen.

"Tidak dalam kaca mata satu pihak, artinya secara komprehensif memahami saat ini masa sulit semuanya. Kami tekankan kepada pemain ini situasi sulit," ucap pria asal Gresik, Jawa Timur itu.

Ditambahkan Ram, bulan Maret sampai Juni sudah diputuskan bahwa Persebaya mengikuti keputusan PSSI (maksimal gaji 25 persen).

Sengaja Tenteng Celurit Modifikasi untuk Cari Lawan, Anggota Gengster Surabaya Dijebloskan ke Bui

Namun karena himbauan social distancing dari pemerintah, manajemen dan pemain belum sempat bertemu dan melakukan tandatangan ubahan kontrak terbaru.

"Kami belum ke sana (tandatangan ubahan kontrak baru). Kemarin kan situasinya kami juga menghindari tatap muka, surat itu muncul di tengah imbauan dari pemerintah untuk mengurangi kegiatan, jaga jarak," katanya.

Ram sampaikan Persebaya lebih fokus pada penanganan pemain, termasuk juga upaya memfasilitasi penggawa Bajul Ijo untuk pulang setelah kompetisi ditunda sementara.

"Kami kemarin lebih fokus upaaya pasca kami libur latihan untuk pemain-pemain, sambil kami lihat situasi pada akhirnya ada surat itu (penundaan). Kami memberi opsi kepada mereka, apakah bertahan di Surabaya atau balik, kalau balik kami fasilitasi," pungkas Ram. 

Penulis: Khairul Amin

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Khairul Amin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved