Virus Corona di Kota Malang

Tak Pakai Disinfektan, Bilik Sterilisasi Corona ala Pemkot Malang Jalan Terus

Pemerintah Kota Malang tetap menggunakan bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Humas Pemkot Malang
Pemkot Malang saat mencoba bilik sikat Corona ( Sico ) buatan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang tetap menggunakan bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan cairan yang digunakan di dalam bilik sterilisasi tidak mengandung klorin sebagai bahan disinfektan. Bilik sterilisasi memakai sabun antiseptik yang dinilai aman bagi manusia.

“Kita ndak boleh latah ya. Sico (sikat corona) atau pun penyemprotan yang dipakai itu sudah sesuai dengan standar dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujar Sutiaji, Senin (6/4/2020).

Menurut dia, penyemprotan yang dilarang adalah disinfektasi benda mati kepada manusia. Sementara bilik sterilisasi milik Pemkot Malang menggunakan antiseptik.

“Kami pakai sabun itu juga karena ada antiseptiknya,” ucapnya.

Bosan dengan Kegiatan di Rumah Saja demi Lawan Corona? Ayo Coba 4 Gerakan Yoga Simpel Ini!

Sosok Clarin Hayes, Dokter Muda yang Viral karena Video Masker N95, Aktif Beri Edukasi di YouTube

El Rumi Pulang ke Rumah Maia Estianty, Ahmad Dhani Larang Pulang ke Rumahnya karena Corona

Sutiaji pun mengimbau masyarakat yang membuat bilik sterilisasi secara mandiri mengikuti pedoman Dinas Kesehatan. Agar, tidak ada masalah kesehatan lain yang timbul seperti kanker maupun gangguan pernapasan.

“Maka kami imbau masyarakat yang mandiri ini perlu diperhatikan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/III/375/2020 tentang Penggunaan Bilik Desinfeksi dalam Rangka Pencegahan Penularan virus Corona atau Covid-19.

Surat yang dikeluarkan pada 3 April 2020 itu menyebut penggunaan bilik disinfeksi di permukiman maupun tempat dan fasilitas umum tidak direkomendasikan.

Menurut WHO, paparan disinfektan secara langsung ke tubuh secara terus menerus dapat menyebabkan iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernapasan. Selain itu, penggunaan disinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi terbakar.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved