Virus Corona di Kediri

Hadapi Gelombang Pemudik Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Kediri Andalkan Satgas di Setiap Desa

Menghadapi gelombang lonjakan pemudik jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Kediri mengandalkan satgas yang telah dibentuk di setiap desa.

WARTA KOTA/henry lopulalan
Suasana pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor yang melintas di jalan Kalimalang, Jakarta, Minggu (10/7/2016). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menghadapi gelombang lonjakan pemudik yang akan pulang kampung, Pemkab Kediri mengandalkan satgas yang telah dibentuk di setiap desa untuk memantau para pemudik.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, menjelaskan, saat ini di setiap desa telah ada petugas yang melakukan monitoring para pendatang dan pemudik.

"Kami mengandalkan screening di RT dan RW untuk memantau. Para pendatang ini diminta melakukan isolasi mandiri, kalau ada keluhan kesehatan dilaporkan ke petugas medis," jelas Slamet Turmudi kepada TribunJatim.com, Selasa (7/4/2020).

Lelang Jersey Kiper Persik Kediri untuk Penanganan Covid-19 Terjual dengan Harga Rp 2,1 Juta

Pemkot Blitar Beri Bantuan Sembako untuk 13.920 Warga Terdampak Wabah Virus Corona

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Kediri, tidak ada tempat khusus untuk penampungan atau karantina bagi pendatang yang masuk Kediri.

Namun Pemkab Kediri telah menyiapkan lokasi tempat isolasi jika terjadi lonjakan kasus pasien yang terkonfirmasi positif virus Corona (Covid 19).

Satu di antara lokasi yang disiapkan adalah di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul.

Meski begitu, Tim Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri juga membentuk tim monitoring dari aparat gabungan yang memantau di setiap pintu masuk perbatasan dan Terminal Pare.

Pasien Pertama Positif Covid-19 di Kota Kediri Sembuh, Kadinkes Kabupaten Kediri Pulang ke Rumah

Sempat Ditunda, Tol Malang-Pandaan Seksi V Mulai Dibuka Sore Ini, Tarif Digratiskan Jasa Marga

Tempat pemantauan perbatasan disiapkan di wilayah Purwoasri, Badas, Tarokan, serta Kras.

Namun petugas tidak melakukan penghentian seluruh kendaraan yang masuk, tapi khusus kendaraan dengan pelat nomor polisi dari luar.

"Tidak semua kendaraan yang masuk tujuannya Kediri, mungkin hanya lewat saja," jelasnya.

Satgas Penanggulangan Covid-19 Tulungagung Petakan Tiga Klaster Penularan Virus Corona

Akibat Pandemi Covid-19, Hampir 2.000 Tenaga Kerja di Jawa Timur Kena PHK

Petugas akan melakukan pemeriksaan secara acak suhu tubuh serta membagikan brosur langkah yang harus dilakukan untuk melakukan sosial distancing dan melakukan penyemprotan disinfektan kendaraan dan barang bawaan.

Lokasi khusus untuk karantina bagi pendatang sendiri dinilai kurang efektif, sehingga isolasi mandiri di rumah masing-masing yang lebih diutamakan.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved